Gerakan Koin Untuk Presiden Dinilai Tidak Etis
Minggu, 30 Januari 2011 20:31 WIB
Mamuju (ANTARA News) - Gerakan "Koin untuk Presiden" yang dilakukan sejumlah kalangan LSM dan mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia, dinilai tidak etis karena dianggap menghina simbol negara.
"Kami menilai gerakan itu berlebihan dan tidak etis,"kata anggota DPRD Mamuju, Hajrul Malik di Mamuju, Minggu.
Ia mengatakan, gerakan koin untuk presiden dengan meminta uang kepada masyarakat dengan tujuan menutupi gaji presiden yang dianggap kurang karena Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dituding menuntut kenaikan gaji, adalah sebuah bentuk penghinaan terhadap simbol negara.
"Gerakan mengumpulkan koin untuk presiden itu bukan solusi ketika ingin mengkritisi pemerintah, justru itu dapat menghina simbol negara yang seharusnya dihargai, kalau mau kritik harus profesional dan proporsional, dengan cara yang lebih etis dan santun," katanya.
Menurut dia, ada saatnya lembaga negara seperti presiden itu dikritisi tetapi tidak boleh jauh dari nilai dan norma yang ada di bangsa ini jangan malah menghina simbol negara karena itu akan merendahkan posisi harkat dan martabat negara kita.
"Ada saatnya negara itu dikritisi tapi jangan dihina karena dengan bentuk gerakan mengumpulkan koin untuk presiden itu adalah salah satu bentuk penghinaan terhadap negara,"katanya.
Karena itu ia meminta agar gerakan untuk mengumpulkan koin segera dihentikan, dan jangan lagi dilanjutkan demi harkat dan martabat bangsa kita dimata bangsa lain.
"Kalau mau kritik sewajarnya saja, jangan dengan mengumpulkan koin apa kata bangsa lain terhadap bangsa kita ini, itu akan sangat memalukan dan sangat merendahkan, makanya kami minta gerakan itu dihentikan, dan buat model kritik yang lebih etis dan santun," katanya.
(T.KR-MFH/Y006)
"Kami menilai gerakan itu berlebihan dan tidak etis,"kata anggota DPRD Mamuju, Hajrul Malik di Mamuju, Minggu.
Ia mengatakan, gerakan koin untuk presiden dengan meminta uang kepada masyarakat dengan tujuan menutupi gaji presiden yang dianggap kurang karena Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dituding menuntut kenaikan gaji, adalah sebuah bentuk penghinaan terhadap simbol negara.
"Gerakan mengumpulkan koin untuk presiden itu bukan solusi ketika ingin mengkritisi pemerintah, justru itu dapat menghina simbol negara yang seharusnya dihargai, kalau mau kritik harus profesional dan proporsional, dengan cara yang lebih etis dan santun," katanya.
Menurut dia, ada saatnya lembaga negara seperti presiden itu dikritisi tetapi tidak boleh jauh dari nilai dan norma yang ada di bangsa ini jangan malah menghina simbol negara karena itu akan merendahkan posisi harkat dan martabat negara kita.
"Ada saatnya negara itu dikritisi tapi jangan dihina karena dengan bentuk gerakan mengumpulkan koin untuk presiden itu adalah salah satu bentuk penghinaan terhadap negara,"katanya.
Karena itu ia meminta agar gerakan untuk mengumpulkan koin segera dihentikan, dan jangan lagi dilanjutkan demi harkat dan martabat bangsa kita dimata bangsa lain.
"Kalau mau kritik sewajarnya saja, jangan dengan mengumpulkan koin apa kata bangsa lain terhadap bangsa kita ini, itu akan sangat memalukan dan sangat merendahkan, makanya kami minta gerakan itu dihentikan, dan buat model kritik yang lebih etis dan santun," katanya.
(T.KR-MFH/Y006)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SPJM gelar pelatihan kompetensi untuk tingkatkan keunggulan layanan dan bisnis
03 February 2026 12:53 WIB
Liga Champions, PSG buru kemenangan lawan Newcastle untuk lolos ke 16 besar
28 January 2026 5:44 WIB
PLN Sulselrabar evaluasi strategi komunikasi untuk perbaikan layanan hingga 3T
27 January 2026 11:40 WIB
Perempuan di Makassar tipu agen BRI Link untuk transfer ke sejumlah rekening
26 January 2026 12:31 WIB
Tujuh paket kantong korban pesawat ATR dievakuasi ke DVI untuk identifikasi
23 January 2026 18:33 WIB
Jenazah keempat korban pesawat ATR 42-500 tiba di Posko DVI Makassar untuk identifikasi
23 January 2026 4:52 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
SAR evakuasi 101 kantong jenazah korban longsor Cisarua hingga hari ke-20
12 February 2026 15:42 WIB
Kehilangan uang, Seorang guru SD di jember tega menanggalkan pakaian 22 siswanya
12 February 2026 15:24 WIB