Pemprov Sulsel harap Menaker semakin kembangkan tiga BLK
Jumat, 19 Maret 2021 18:04 WIB
Menaker Ida Fauziyah disaksikan Sekdaprov Sulsel Abdul Hayat Gani meresmikan Gedung Aula di BLK Makassar, Jumat,(19/3/2021). ANTARA/HO
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan berharap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah semakin mengembangkan tiga balai latihan kerja (BLK) di Sulsel sebagai upaya menekan angka pengangguran di daerah itu.
Sekdaprov Sulsel Abdul Hayat Gani di Makassar, Jumat, mengatakan karena keterbatasan yang dimiliki dalam melakukan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja, akhirnya mendapat solusi dengan keberadaan BLK di Makassar, Kabupaten Pangkep dan Bantaeng.
"Kami berharap kepada Ibu Menteri agar BLK dapat lebih dikembangkan lagi pada kabupaten/kota lainnya, mengingat jumlah angkatan kerja pada September 2020 sebesar 4.276.437, dari jumlah penduduk sebesar 8.888.763 orang," katanya
"Dan tentunya akan terus bertambah seiring dengan pertambahan jumlah penduduk," sambung Abdul Hayat saat mendampingi Menaker Ida Fauziyah membuka pelatihan berbasis kompetensi di BLK Makassar.
Ia menjelaskan, semua sudah paham bahwa saat ini kita masih dalam situasi pandemi COVID-19, dan permasalahan ketenagakerjaan menjadi yang paling terimbas dan terdampak atas situasi ini.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar dapat segera keluar dari permasalahan ini.
Menurutnya, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan keadaan September 2020 menunjukkan bahwa terdapat 1.845 orang pekerja yang mengalami PHK, dan 14.740 orang yang dirumahkan.
Jumlah perusahaan sebanyak 20.189 dan 1.175 diantaranya terdampak COVID-19.
Permasalahan ketenagakerjaan lain yang cukup krusial dan menjadi tantangan bagi kita semua adalah kurangnya keterampilan bagi angkatan kerja atau penduduk usia produktif, khususnya bagi mereka yang menempuh pendidikan formal umum.
"Permasalahan ini menjadi salah satu concern Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yang memiliki Visi Sulawesi Selatan yakni Inovatif, Produktif, Kompetitif, dan Berkarakter," ungkapnya.
Lebih lanjut Abdul Hayat menjelaskan, berbagai program dan kegiatan pelatihan telah dilaksanakan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada angkatan kerja dimaksud, walau masih dalam serba keterbatasan sarana dan prasarana.
Sekdaprov Sulsel Abdul Hayat Gani di Makassar, Jumat, mengatakan karena keterbatasan yang dimiliki dalam melakukan pembinaan dan pengembangan tenaga kerja, akhirnya mendapat solusi dengan keberadaan BLK di Makassar, Kabupaten Pangkep dan Bantaeng.
"Kami berharap kepada Ibu Menteri agar BLK dapat lebih dikembangkan lagi pada kabupaten/kota lainnya, mengingat jumlah angkatan kerja pada September 2020 sebesar 4.276.437, dari jumlah penduduk sebesar 8.888.763 orang," katanya
"Dan tentunya akan terus bertambah seiring dengan pertambahan jumlah penduduk," sambung Abdul Hayat saat mendampingi Menaker Ida Fauziyah membuka pelatihan berbasis kompetensi di BLK Makassar.
Ia menjelaskan, semua sudah paham bahwa saat ini kita masih dalam situasi pandemi COVID-19, dan permasalahan ketenagakerjaan menjadi yang paling terimbas dan terdampak atas situasi ini.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar dapat segera keluar dari permasalahan ini.
Menurutnya, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan keadaan September 2020 menunjukkan bahwa terdapat 1.845 orang pekerja yang mengalami PHK, dan 14.740 orang yang dirumahkan.
Jumlah perusahaan sebanyak 20.189 dan 1.175 diantaranya terdampak COVID-19.
Permasalahan ketenagakerjaan lain yang cukup krusial dan menjadi tantangan bagi kita semua adalah kurangnya keterampilan bagi angkatan kerja atau penduduk usia produktif, khususnya bagi mereka yang menempuh pendidikan formal umum.
"Permasalahan ini menjadi salah satu concern Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yang memiliki Visi Sulawesi Selatan yakni Inovatif, Produktif, Kompetitif, dan Berkarakter," ungkapnya.
Lebih lanjut Abdul Hayat menjelaskan, berbagai program dan kegiatan pelatihan telah dilaksanakan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada angkatan kerja dimaksud, walau masih dalam serba keterbatasan sarana dan prasarana.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketum Orado harap domino jadi cabor berprestasi dan lepas dari stigma negatif
08 January 2026 5:19 WIB
Gubernur harap Bendungan Budong-budong Mamuju Tengah solusi atasi banjir di Sulbar
12 October 2025 15:54 WIB
Menag harap MQKI 2025 di Wajo jadi awal kebangkitan peradaban Islam modern
02 October 2025 15:54 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB