PLN Sulselrabar: 1.323 gardu distribusi terdampak cuaca ekstrem
Jumat, 2 April 2021 13:08 WIB
Ilustrasi. Sejumlah pohon tumbang di Kabupaten Gowa mengakibatkan kabel listrik terputus fan berdampak pada pemadaman listrik di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. ANTARA Foto/HO-Ist
Makassar (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar merilis sebanyak 1.323 Gardu Distribusi terdampak cuaca ekstrim dan mengakibatkan 248.641 pelanggan mengalami padam akibat cuaca ekstrem sejak Jumat dini hari.
General Manager PLN UIW Sulselrabar Awaluddin Hafid mengatakan jumlah itu seluruhnya berada di wilayah kerja PLN yakni Makassar Selatan, Makassar Utara, Pinrang, Bulukumba, Bau-bau, Watampone dan Mamuju Sulawesi Barat.
Hujan lebat yang melanda Kota Makassar dan sekitarnya sejak dini hari sekitar pukul 03.00 Wita menyebabkan gangguan listrik.
Akibatnya beberapa tiang listrik roboh karena pohon tumbang serta banjir. Imbasnya pasokan listrik di beberapa wilayah tersebut mengalami padam.
Kendati demikian, memastikan petugas PLN akan selalu siaga untuk memulihkan pasokan listrik.
“Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, petugas kami terus berupaya memulihkan jaringan listrik yang terganggu akibat pohon tumbang, untuk wilayah yang tergenang banjir, PLN harus memastikan banjir telah surut dan aman sebelum menyalakan aliran listrik kembali," ujar Awaluddin.
Untuk mengurangi potensi terjadinya gangguan jaringan listrik di wilayah lain, khususnya di beberapa wilayah Sulawesi Selatan, PLN mengimbau partisipasi dari masyarakat untuk ikut melaporkan potensi gangguan.
"Apabila masyarakat menemukan pohon yang dekat dan berpotensi mengganggu jaringan listrik, agar dapat segera melaporkan kepada PLN sehingga tidak menyebabkan gangguan," ujarnya.
Masyarakat bisa menyampaikan pengaduan terkait dengan gangguan ataupun jika mengetahui informasi lain terkait ketenagalistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.
Selain itu, Awaluddin mengimbau masyarakat untuk memperhatikan potensi bahaya listrik.
"Matikan instalasi listrik di dalam rumah, cabut colokan listrik, dan pindahkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi. Apabila listrik tidak padam saat banjir, masyarakat dapat segera menghubungi PLN. Saat banjir surut, pastikan alat elektronik benar-benar kering sebelum dipakai kembali," ujar Awaluddin.
Sementara BMKG memperkirakan cuaca ekstrem ini akan terjadi selama empat hari sejak 1-4 April 2021 dan memprediksi adanya hujan deras disertai angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang yang bisa mengakibatkan terganggunya pasokan listrik, pada beberapa hari ke depan.
Dampak hidrometeorologi itu mengakibatkan cuaca ekstrim di beberapa wilayah Sulawesi Selatan seperti Pesisir Pantai (Kota/Kab. Makassar, Takalar, Gowa, Pangkep, Maros Pinrang, Parepare, Barru dan Soppeng) hingga Pesisir Selatan (Kab. Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Selayar).
General Manager PLN UIW Sulselrabar Awaluddin Hafid mengatakan jumlah itu seluruhnya berada di wilayah kerja PLN yakni Makassar Selatan, Makassar Utara, Pinrang, Bulukumba, Bau-bau, Watampone dan Mamuju Sulawesi Barat.
Hujan lebat yang melanda Kota Makassar dan sekitarnya sejak dini hari sekitar pukul 03.00 Wita menyebabkan gangguan listrik.
Akibatnya beberapa tiang listrik roboh karena pohon tumbang serta banjir. Imbasnya pasokan listrik di beberapa wilayah tersebut mengalami padam.
Kendati demikian, memastikan petugas PLN akan selalu siaga untuk memulihkan pasokan listrik.
“Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, petugas kami terus berupaya memulihkan jaringan listrik yang terganggu akibat pohon tumbang, untuk wilayah yang tergenang banjir, PLN harus memastikan banjir telah surut dan aman sebelum menyalakan aliran listrik kembali," ujar Awaluddin.
Untuk mengurangi potensi terjadinya gangguan jaringan listrik di wilayah lain, khususnya di beberapa wilayah Sulawesi Selatan, PLN mengimbau partisipasi dari masyarakat untuk ikut melaporkan potensi gangguan.
"Apabila masyarakat menemukan pohon yang dekat dan berpotensi mengganggu jaringan listrik, agar dapat segera melaporkan kepada PLN sehingga tidak menyebabkan gangguan," ujarnya.
Masyarakat bisa menyampaikan pengaduan terkait dengan gangguan ataupun jika mengetahui informasi lain terkait ketenagalistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.
Selain itu, Awaluddin mengimbau masyarakat untuk memperhatikan potensi bahaya listrik.
"Matikan instalasi listrik di dalam rumah, cabut colokan listrik, dan pindahkan alat elektronik ke tempat yang lebih tinggi. Apabila listrik tidak padam saat banjir, masyarakat dapat segera menghubungi PLN. Saat banjir surut, pastikan alat elektronik benar-benar kering sebelum dipakai kembali," ujar Awaluddin.
Sementara BMKG memperkirakan cuaca ekstrem ini akan terjadi selama empat hari sejak 1-4 April 2021 dan memprediksi adanya hujan deras disertai angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang yang bisa mengakibatkan terganggunya pasokan listrik, pada beberapa hari ke depan.
Dampak hidrometeorologi itu mengakibatkan cuaca ekstrim di beberapa wilayah Sulawesi Selatan seperti Pesisir Pantai (Kota/Kab. Makassar, Takalar, Gowa, Pangkep, Maros Pinrang, Parepare, Barru dan Soppeng) hingga Pesisir Selatan (Kab. Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba dan Selayar).
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Waspadai hujan lebat hingga ekstrem di sebagian besar RI, Makassar berpotensi udara kabut
23 January 2026 8:59 WIB
Siklon Tropis Nokaen di perairan Indonesia picu hujan dan gelombang laut tinggi
16 January 2026 5:38 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Panitia MTQ Korpri Nasional 2026 menyiapkan 12 lomba di Makassar dan Pangkep
15 February 2026 22:49 WIB
Pemkot Makassar imbau spirit perjuangan Gaza jadi inspirasi ASN berkinerja
15 February 2026 12:48 WIB
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB