Menko Kemaritiman dan Investasi: Proyek kawasan industri hijau terbesar dunia di Kaltara
Jumat, 7 Mei 2021 21:21 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan . (ANTARA/HO Kemenko Kemaritiman dan Investasi)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan rencana pembangunan proyek kawasan industri hijau terintegrasi berbasis hydropower yang akan dibangun di Kalimantan Utara.
Kawasan industri yang luasnya disebut mencapai 12.500 hektare itu, menurut Menko Luhut, merupakan salah satu kawasan industri hijau terbesar di dunia.
"Kita akan memiliki integrated industry berbasiskan hydropower di Kalimantan Utara. Ini adalah satu integrated industry yang mungkin paling besar di dunia. Luasannya ada 12.500 hektare. Kita berharap groundbreaking akan bisa dilakukan tahun ini, dan itu ada sekitar 11 ribu MW yang akan bisa digunakan," kata Menko Luhut, Jumat.
Menko Luhut menjelaskan pembangunan kawasan industri hijau sejalan dengan target pemerintah untuk bisa mencapai net zero emission (nol emisi karbon/bebas karbon) pada 2060.
Target tersebut diupayakan pula salah satunya dengan melepas ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan.
"Oleh karena itu upaya keras transisi dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan menjadi prioritas kita. Dunia juga sekarang mengarah ke situ. Indonesia salah satu negara yang kalau boleh saya katakan cukup maju pemikirannya untuk memindahkan dari energi fosil ke EBT," kata Menko Luhut.
Ia mengungkapkan pemerintah juga akan memanfaatkan sumber EBT yang melimpah, termasuk dari sektor kemaritiman untuk mendukung pencapaian target tersebut.
"Pemerintah berkomitmen memanfaatkannya (sumber EBT kemaritiman) guna melistrikkan industri produk hijau yang tengah kita kembangkan di berbagai daerah di Indonesia," ujar Menko Luhut.
Kawasan industri yang luasnya disebut mencapai 12.500 hektare itu, menurut Menko Luhut, merupakan salah satu kawasan industri hijau terbesar di dunia.
"Kita akan memiliki integrated industry berbasiskan hydropower di Kalimantan Utara. Ini adalah satu integrated industry yang mungkin paling besar di dunia. Luasannya ada 12.500 hektare. Kita berharap groundbreaking akan bisa dilakukan tahun ini, dan itu ada sekitar 11 ribu MW yang akan bisa digunakan," kata Menko Luhut, Jumat.
Menko Luhut menjelaskan pembangunan kawasan industri hijau sejalan dengan target pemerintah untuk bisa mencapai net zero emission (nol emisi karbon/bebas karbon) pada 2060.
Target tersebut diupayakan pula salah satunya dengan melepas ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan.
"Oleh karena itu upaya keras transisi dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan menjadi prioritas kita. Dunia juga sekarang mengarah ke situ. Indonesia salah satu negara yang kalau boleh saya katakan cukup maju pemikirannya untuk memindahkan dari energi fosil ke EBT," kata Menko Luhut.
Ia mengungkapkan pemerintah juga akan memanfaatkan sumber EBT yang melimpah, termasuk dari sektor kemaritiman untuk mendukung pencapaian target tersebut.
"Pemerintah berkomitmen memanfaatkannya (sumber EBT kemaritiman) guna melistrikkan industri produk hijau yang tengah kita kembangkan di berbagai daerah di Indonesia," ujar Menko Luhut.
Pewarta : Ade irma Junida
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menko Marves: Presiden Jokowi menjadikan Indonesia negara industri hilirisasi
08 August 2024 5:23 WIB, 2024
BRIN: Indonesia memiliki potensi besar limbah jelantah untuk dijadikan avtur
30 May 2024 15:22 WIB, 2024
Antam dan perusahaan Hong Kong bangun proyek baterai kendaraan listrik
29 December 2023 6:25 WIB, 2023
Pangkostrad: Dokter berharap Luhut Pandjaitan tidak terlalu bekerja keras
30 October 2023 11:07 WIB, 2023
Menko Marves menawarkan proyek pengembangan rumput laut di Natuna ke Korsel
16 May 2023 14:48 WIB, 2023
Menko Marves minta semua pihak bersiap hadapi El Nino Agustus mendatang
26 April 2023 18:07 WIB, 2023
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Hujan petir berpotensi guyur sejumlah kota besar pada Selasa, Makassar hujan ringan
19 May 2026 7:30 WIB