
MBG ikut dorong ekonomi Sulbar tumbuh 5,33 persen

Mamuju (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana mengatakan, perekonomian Sulbar pada triwulan I 2025 tumbuh 5,33 persen, dan angka itu ikut ditopang sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang melonjak hingga 33,85 persen.
"Setelah melihat data dari Biro ekonomi, ternyata sektor itu dari program MBG (Makan Bergizi Gratis) ini memberikan dampak yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi Sulbar," kata Junda Maulana, pada konsultasi Tim Sekretariat Satgas MBG, di Mamuju, Selasa.
Dari angka pertumbuhan itu kata Junda Maulana, sekitar 34 persen pertumbuhan sektor makan minum tersebut dipicu oleh beroperasinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Namun Sekda mengakui, lonjakan ekonomi itu belum sepenuhnya dirasakan masyarakat lokal, sebab nilai impor bahan pangan justru ikut naik dari 2,2 persen menjadi 9,23 persen.
"Impor juga meningkat dari 2,2 menjadi 9,23 persen. Jadi, kita ini mengimpor banyak," katanya.
Ia mengungkapkan, sejumlah komoditas untuk kebutuhan MBG, seperti beras premium, telur ayam dan daging ayam masih banyak dipasok dari luar daerah karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan.
Padahal lanjut dia, Sulbar sebenarnya surplus beras, hanya saja kualitas beras yang dibutuhkan program MBG adalah kategori premium.
"Ini kita menjadi catatan, bagaimana caranya agar beras Sulbar bisa memenuhi pasar lokal sehingga kita tidak perlu memasok dari luar," ujarnya.
Untuk mengurangi ketergantungan itu, Pemprov Sulbar mulai menyiapkan skema contract farming antara dapur MBG dengan pemasok lokal.
Junda Maulana mengingatkan, sudah meminta dinas terkait segera menyiapkan draf kerja sama agar dapur-dapur SPPG menyerap lebih banyak komoditas lokal.
“Tindak lanjut arahan Gubernur, yaitu contract farming kita akan lakukan," ujarnya.
Ia juga meminta seluruh tim satgas dan pemerintah kabupaten bekerja bersama sejak awal agar pengawasan hingga distribusi pangan lebih efisien.
Pemprov Sulbar kata Junda Maulana berharap, pertumbuhan ekonomi dari program MBG benar-benar bisa dirasakan masyarakat, bukan sekadar mencatat angka pertumbuhan tinggi sementara bahan pangan terus didatangkan dari luar daerah.
Pada kesempatan itu, Sekda juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat 164 dapur MBG di Sulbar.
Dari jumlah itu, 114 dapur sudah aktif beroperasi, sementara 50 lainnya masih dalam proses penyelesaian administrasi dan kelayakan.
Ia menyebut sejumlah dapur yang belum beroperasi masih terkendala dokumen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), termasuk standar kebersihan dan kelayakan gizi.
Meski begitu, beberapa instansi sudah turun melakukan pendampingan.,Dinas Lingkungan Hidup membantu pelayanan IPAL sementara Dinas Kesehatan melalui Labkesda melakukan pemeriksaan kelayakan gizi dan kebersihan.
Pewarta : Amirullah
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
