Anggota DPR Marwan Jafar sarankan "lockdown" terbatas kendalikan COVID-19
Jumat, 18 Juni 2021 21:14 WIB
Anggota DPR RI Marwan Jafar. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif/am.
Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Marwan Jafar menyarankan karantina wilayah atau 'lockdown' secara terbatas dalam upaya mengendalikan lonjakan kasus COVID-19 yang saat ini melanda sejumlah daerah di Indonesia.
"Diperlukan pemberlakuan lockdown ala Indonesia, karena mempertimbangkan dan mengingat secara budaya maupun psikologis orang Indonesia yang kurang 'sreg' dan kaget kalau mendengar sesuatu tindakan atau kebijakan yang bersifat tegas dan keras," kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Marwan mengatakan beberapa provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia mengalami lonjakan kasus dalam kurun sepekan terakhir.
"Khususnya di wilayah Pulau Jawa dilaporkan mengalami lonjakan kasus COVID-19 secara signifikan," katanya.
Sedangkan untuk kawasan luar Pulau Jawa, kata Marwan, juga memperlihatkan perkembangan yang memprihatinkan seperti di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Timur serta Sumatera Utara.
Marwan menyarankan otoritas terkait bekerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah untuk memberlakukan karantina wilayah secara terbatas.
Menurut Marwan fakta pertambahan orang tanpa gejala, terinfeksi, isolasi mandiri, dirawat hingga meninggal dunia yang terjadi saat ini serupa dengan situasi pada fase awal pandemi yang berlangsung Maret-April 2020.
"Sama sekali tidak boleh dianggap enteng atau tidak bisa kita abaikan begitu saja," katanya.
Marwan menambahkan analisa lonjakan kasus saat ini adalah efek dari pergerakan orang di saat mudik lebaran serta munculnya beberapa klaster baru hingga varian baru COVID-19.
"Apa pun penyebab lonjakan kasus mutakhir ini, saya tetap mengingatkan agar kalangan pemerintah dengan kewenangan kementerian dan lembaga terkait serta para kepala daerah beserta jajarannya segera mengambil langkah tegas dan konkret, terukur dan saling berkoordinasi lagi untuk melindungi segenap warga masyarakat," katanya.
Marwan juga berpesan agar kebijakan pemerintah juga perlu mempertimbangkan situasi ekonomi yang berlangsung saat ini.
Anggota Komisi VI DPR RI ini mengajak kepada masyarakat untuk serius mendisiplinkan diri pada protokol kesehatan.
"Mulai dari sering mencuci tangan dengan hand sanitizer, selalu pakai masker standar begitu keluar rumah, menjaga jarak fisik minimal 1,5 meter, menghindari kerumunan orang serta mengurangi mobilitas atau bepergian jika tidak sangat perlu," katanya.
"Diperlukan pemberlakuan lockdown ala Indonesia, karena mempertimbangkan dan mengingat secara budaya maupun psikologis orang Indonesia yang kurang 'sreg' dan kaget kalau mendengar sesuatu tindakan atau kebijakan yang bersifat tegas dan keras," kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi itu melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Marwan mengatakan beberapa provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia mengalami lonjakan kasus dalam kurun sepekan terakhir.
"Khususnya di wilayah Pulau Jawa dilaporkan mengalami lonjakan kasus COVID-19 secara signifikan," katanya.
Sedangkan untuk kawasan luar Pulau Jawa, kata Marwan, juga memperlihatkan perkembangan yang memprihatinkan seperti di Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Timur serta Sumatera Utara.
Marwan menyarankan otoritas terkait bekerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah untuk memberlakukan karantina wilayah secara terbatas.
Menurut Marwan fakta pertambahan orang tanpa gejala, terinfeksi, isolasi mandiri, dirawat hingga meninggal dunia yang terjadi saat ini serupa dengan situasi pada fase awal pandemi yang berlangsung Maret-April 2020.
"Sama sekali tidak boleh dianggap enteng atau tidak bisa kita abaikan begitu saja," katanya.
Marwan menambahkan analisa lonjakan kasus saat ini adalah efek dari pergerakan orang di saat mudik lebaran serta munculnya beberapa klaster baru hingga varian baru COVID-19.
"Apa pun penyebab lonjakan kasus mutakhir ini, saya tetap mengingatkan agar kalangan pemerintah dengan kewenangan kementerian dan lembaga terkait serta para kepala daerah beserta jajarannya segera mengambil langkah tegas dan konkret, terukur dan saling berkoordinasi lagi untuk melindungi segenap warga masyarakat," katanya.
Marwan juga berpesan agar kebijakan pemerintah juga perlu mempertimbangkan situasi ekonomi yang berlangsung saat ini.
Anggota Komisi VI DPR RI ini mengajak kepada masyarakat untuk serius mendisiplinkan diri pada protokol kesehatan.
"Mulai dari sering mencuci tangan dengan hand sanitizer, selalu pakai masker standar begitu keluar rumah, menjaga jarak fisik minimal 1,5 meter, menghindari kerumunan orang serta mengurangi mobilitas atau bepergian jika tidak sangat perlu," katanya.
Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Malaysia Open 2026, Jafar/Felisha untuk ketujuh kalinya takluk dari Chen/Toh
07 January 2026 5:01 WIB
Ganda campuran Jafar/Felisha maju ke final Indonesia International Challenge
26 October 2024 15:31 WIB, 2024
Indonesia Masters 2023 - Jafar/Aisyah kembali buat kejutan singkirkan unggulan kedua
27 January 2023 6:08 WIB, 2023
Pemerintah Aceh siap jalin kerjasama dengan Universitas Korea Selatan
24 January 2020 23:41 WIB, 2020