EWI: Restrukturisasi telah tingkatkan kinerja Pertamina
Selasa, 27 Juli 2021 15:06 WIB
Petugas Pertamina saat memeriksa tabung LPG 3 kg, sebelum didistribusikan. (1)
Jakarta (ANTARA) - Lembaga konsultan teknik Energy Watch Indonesia (EWI) menilai program restrukturisasi Pertamina Grup telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja perseroan dalam setahun terakhir.
Direktur Eksekutif EWI Ferdinand Hutahaean mengatakan peningkatan kinerja itu tejadi karena ruang pengambilan keputusan yang semakin telah memangkas birokrasi, sehingga holding dan subholding dapat bergerak lebih gesit.
"Ada efisiensi dan kecepatan tentu akan berdampak kepada target perolehan pendapatan dan laba perusahaan,” kata Ferdinand dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dia menilai aksi restrukturisasi itu membuat perusahaan fokus mengelola bisnis utama dan tidak lagi melakukan usaha di luar main core.
Menurutnya, perolehan laba yang didapat oleh Pertamina sebesar Rp14 triliun merupakan dampak dari aksi restrukturisasi.
Pertamina diminta menyelesaikan target restrukturisasi dengan melepaskan anak perusahaan yang tidak terkait dengan bisnis utama dalam bidang eksplorasi dan eksploitasi energi.
Apabila Pertamina fokus menggarap bisnis utama, lanjut dia, perseroan akan lebih spesifik dalam menjalankan bisnis karena target restrukturisasi adalah menata ulang atau menata baru struktur perusahaan supaya lebih fokus dan terarah.
“Dampak dari semua itu adalah efisiensi biaya dan peningkatan pendapatan serta laba perusahaan,” ujar Ferdinand.
Sebelumnya diberitakan, Pertamina secara konsisten menjalankan restrukturisasi perusahaan yang membentuk holding dan enam subholding.
Selama setahun masa restrukturisasi, langkah tersebut telah menunjukkan manfaat positif dengan operasional yang terintegrasi dan lebih efisien.
Pada Juli 2021, Pertamina telah melakukan penyelarasan regulasi, penyiapan dokumen administrasi, penyiapan dokumen aspek legal hingga penyiapan pengukuhan pemerintah terhadap seluruh subholding.
Dalam pengembangan bisnis ke depan sepanjang 2020 hingga 2024, perusahan migas pelat merah itu merencanakan investasi sebesar 92 miliar dolar AS.
“Restrukturisasi Pertamina akan terus berjalan dengan melakukan proses transisi dan transformasi, baik pada tingkat holding maupun subholding, sehingga pada 2024 dapat mencapai target nilai pasar 100 miliar dolar AS,” kata Pjs Senior Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman.
Direktur Eksekutif EWI Ferdinand Hutahaean mengatakan peningkatan kinerja itu tejadi karena ruang pengambilan keputusan yang semakin telah memangkas birokrasi, sehingga holding dan subholding dapat bergerak lebih gesit.
"Ada efisiensi dan kecepatan tentu akan berdampak kepada target perolehan pendapatan dan laba perusahaan,” kata Ferdinand dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dia menilai aksi restrukturisasi itu membuat perusahaan fokus mengelola bisnis utama dan tidak lagi melakukan usaha di luar main core.
Menurutnya, perolehan laba yang didapat oleh Pertamina sebesar Rp14 triliun merupakan dampak dari aksi restrukturisasi.
Pertamina diminta menyelesaikan target restrukturisasi dengan melepaskan anak perusahaan yang tidak terkait dengan bisnis utama dalam bidang eksplorasi dan eksploitasi energi.
Apabila Pertamina fokus menggarap bisnis utama, lanjut dia, perseroan akan lebih spesifik dalam menjalankan bisnis karena target restrukturisasi adalah menata ulang atau menata baru struktur perusahaan supaya lebih fokus dan terarah.
“Dampak dari semua itu adalah efisiensi biaya dan peningkatan pendapatan serta laba perusahaan,” ujar Ferdinand.
Sebelumnya diberitakan, Pertamina secara konsisten menjalankan restrukturisasi perusahaan yang membentuk holding dan enam subholding.
Selama setahun masa restrukturisasi, langkah tersebut telah menunjukkan manfaat positif dengan operasional yang terintegrasi dan lebih efisien.
Pada Juli 2021, Pertamina telah melakukan penyelarasan regulasi, penyiapan dokumen administrasi, penyiapan dokumen aspek legal hingga penyiapan pengukuhan pemerintah terhadap seluruh subholding.
Dalam pengembangan bisnis ke depan sepanjang 2020 hingga 2024, perusahan migas pelat merah itu merencanakan investasi sebesar 92 miliar dolar AS.
“Restrukturisasi Pertamina akan terus berjalan dengan melakukan proses transisi dan transformasi, baik pada tingkat holding maupun subholding, sehingga pada 2024 dapat mencapai target nilai pasar 100 miliar dolar AS,” kata Pjs Senior Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : Suriani Mappong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkumham: Penegakan kekayaan intelektual upaya RI keluar dari "priority watch list"
07 May 2024 12:14 WIB, 2024
IPW minta Polda Metro Jaya menunda proses hukum kasus Aiman Witjaksono
01 December 2023 10:40 WIB, 2023
IPW mengapresiasi transparansi Polri usut dugaan pemerasan pimpinan KPK
16 October 2023 7:21 WIB, 2023
ICW mendesak Polri transparan buka data pengadaan alat sadap Pegasus
09 October 2023 20:22 WIB, 2023
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB