Paralimpiade Tokyo - Karisma Evi, tunadaksa pemecah rekor dunia
Atlet para atletik Indonesia Karisma Evi Tiarani usai memecahkan rekor dunia di nomor 100m putri kelas T63 dalam kejuaraan World Para Athletics Championships 2019 yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, Kamis (14/11/2019) waktu setempat. (ANTARA/REUTERS/Christopher Pike)
Bagaimana tidak? Evi terlahir dengan keistimewaan kaki kirinya yang lebih pendek sekitar 7 centimeter, dan tak sekuat kaki kanan.
Meski menyandang tunadaksa, Evi tak mau menganggap kondisi itu sebagai suatu kendala maupun keterbatasan.
Nyatanya, atlet kelahiran 19 Januari 2001 itu malah jatuh cinta pada olahraga lari sejak duduk di kelas 2 SMP.
Gadis berhijab itu mulanya ingin menjadi pemain bulu tangkis, tetapi seiring waktu ternyata minatnya beralih ke cabang olahraga atletik.
Cabang olahraga itulah yang kemudian membawa Evi meraih sederet prestasi di berbagai ajang kejuaraan tingkat daerah, nasional, hingga internasional.
Ujian pertamanya adalah Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah (Peparda) 2014, dan Evi sukses mempersembahkan satu medali emas di nomor 100 meter T42.
Pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) 2016 di Jawa Barat, bungsu dari dua bersaudara itu berhasil mendapat dua emas, yakni di nomor lari 100 meter dan lompat jauh.
Tak puas, Evi terus membuktikan kemampuannya, dan di ajang Asian Para Games (APG) 2018 menggondol emas di nomor 100 meter T42 (tuna daksa).
Masih di ajang yang sama, Evi juga meraih medali perunggu di nomor lompat jauh putri klasifikasi T42-44/61-64.
Evi kembali membuat bangga Indonesia dengan keberhasilannya menyabet medali emas serta memecahkan rekor pada Kejuaraan Dunia Para Atletik 2019 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
Atlet binaan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia itu berhasil memecahkan rekor dunia di nomor 100 meter putri dengan catatan waktu 14,72 detik.
Evi berhasil mengalahkan atlet asal Italia Monica Graziana Contrafatto yang berada di posisi kedua dengan catatan waktu 15,56 detik, dan tempat ketiga dihuni Gitte Haenen asal Belgia (15,60 detik).
Ternyata sebelumnya, Evi pada Turnamen Handisport Paris Open 2019 juga telah memecahkan rekor dunia dengan mencetak waktu 14,90 detik.
Artinya, di Kejuaraan Dunia Para Atletik di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) 2019, Evi memecahkan rekornya yang telah dicetaknya sendiri.
Tak disangka, dari Desa Talak Broto, Kecamatan Simong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Evi mampu menembus batas negara dan berhasil menorehkan catatan prestasinya.
Rupanya, dukungan orang tua, terutama sang ibu dan teman-temannya yang membuatnya tumbuh dengan percaya diri dan tak pernah merasa minder.
Keistimewaan fisik yang dimiliki gadis yang kini berusia 20 tahun itu tidak pernah membuatnya merasa diperlakukan berbeda oleh keluarga dan lingkungannya.
Kawan-kawan sekolahnya pun tidak pernah sekalipun mengejek atau mengolok-olok Evi, namun justru mendukungnya secara penuh dalam berprestasi.
Sedianya, Evi turut tampil di gelaran ASEAN Paragames 2020 di Filipina, tetapi urung terlaksana karena pesta olahraga disabilitas itu dibatalkan menyusul pandemi COVID-19.
Namun, masih ada satu kesempatan lagi, yakni Paralimpiade Tokyo yang akan digelar mulai 24 Agustus hingga 5 September 2021 di Jepang.
Bersama 22 atlet lainnya, Evi bakal mewakili Merah Putih pada pesta olahraga atlet disabilitas empat tahunan tersebut.
Keterbatasan tak membuatnya merasa terbatasi. Mari dukung Evi dalam merajut prestasi demi prestasi untuk kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia.
Biodata singkat:
Nama: Karisma Evi Tiarani
Tempat, tanggal lahir: Boyolali, 19 Januari 2001
Cabang: para-atletik
Prestasi:
- Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah 2014 (1 emas)
- Pekan Paralimpiade Nasional 2016 (2 emas)
- Asian Para Games (APG) 2018 (1 emas, 1 perunggu)
- Turnamen Handisport Paris Open 2019 (1 emas - memecahkan rekor dunia)
- Kejuaraan Dunia Para Atletik 2019 (1 emas - memecahkan rekor dunia)
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Paralimpiade Tokyo : Dikepung trio Italia, Karisma Evi gagal sumbang medali lari 100m
04 September 2021 20:43 WIB, 2021
Paralimpiade Tokyo : Atlet atletik Indonesia Karisma Evi akhirnya tampil di T42 setelah polemik
22 August 2021 22:53 WIB, 2021
Diskopukm Makassar siapkan pembaruan data penerima BPUM 2021 untuk usaha kecil
07 April 2021 15:41 WIB, 2021
KPU respons putusan DKPP pemberhentian Arief Budiman sebagai Ketua KPU
13 January 2021 19:19 WIB, 2021
Ketua KPU jalani sidang pemeriksaan etik terkait pemecatan Evi Novida Ginting
18 November 2020 17:36 WIB, 2020
Terpopuler - Profil
Lihat Juga
Profil Dudung Abdurachman sebagai Ketua KKIP dan penasihat pertahanan RI
23 October 2024 15:10 WIB, 2024
Azka, bocah 4 tahun, selamat setelah tertimbun tiga hari di Cianjur
23 November 2022 15:21 WIB, 2022
Profil atlet Paralimpiade: Elvin Sesa, andalan Ibu Pertiwi asal Masohi
23 August 2021 6:45 WIB, 2021
Di tengah kepasrahan keluarga korban Sriwijaya Air tersembul asa keajaiban
10 January 2021 16:55 WIB, 2021