LIPI bangun infrastruktur riset strategis secara besar-besaran
Rabu, 18 Agustus 2021 17:15 WIB
Pelaksana harian Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono berbicara dalam Webinar Riset dan Inovasi untuk Merah Putih di Jakarta, Rabu (18/8/2021). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)
Jakarta (ANTARA) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membangun infrastruktur riset strategis besar-besaran dan memperkuat pendanaan pembangunan tersebut dengan melakukan rekayasa anggaran.
"Untuk infrastruktur riset, saat ini LIPI sedang membangun besar-besaran karena kita melakukan budget engineering (rekayasa anggaran) sehingga kita mampu mengalokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur riset," kata Pelaksana harian Kepala LIPI Agus Haryono dalam Webinar Riset dan Inovasi untuk Merah Putih di Jakarta, Rabu.
Pembangunan infrastruktur riset strategis yang ingin dipercepat LIPI antara lain rumah kaca biodiversitas tropika nasional terpadu, fasilitas laboratorium pengolahan mineral lokal strategis berbasis teknologi low-cost dan zero waste, dan fasilitas kawasan geodiversitas Indonesia di Karangsambung, Jawa Tengah.
Kemudian, pengembangan pusat repositori nasional bidang keanekaragaman hayati dan kekayaan intelektual, dan fasilitas riset bioindustri laut Mataram di Nusa Tenggara Barat.
Selain itu, juga dilakukan pembangunan fasilitas riset dan eksplorasi pemanfaatan sumber daya alam darat dan laut secara lestari di kawasan Indonesia Timur, dan fasilitas genomik, biodiversitas tropika, dan lingkungan nasional terintegrasi.
Infrastruktur riset strategis akan dibangun berskala global sehingga menarik lebih banyak investasi riset masuk dan menarik minat para diaspora untuk kembali datang ke Indonesia untuk bekerja di laboratorium-laboratorium di Indonesia.
Dalam melakukan rekayasa anggaran, LIPI mengalokasikan sebagian besar anggaran yang dimiliki untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur riset strategis dari yang sebelumnya belanja modal penelitian sebesar Rp50 miliar menjadi Rp600 miliar.
Salah satunya, LIPI mengalihkan sebagian besar dana dari belanja barang penelitian ke belanja modal penelitian, di mana belanja barang penelitian sebelumnya sebesar Rp350 miliar menjadi Rp75 miliar.
Rekayasa anggaran dilakukan dengan perampingan struktur Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA), peningkatan kemampuan daya beli dari DIPA Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta pengelolaan infrastruktur terpusat dan bisa diakses oleh siapapun.
Dengan belanja barang penelitian yang kecil, maka LIPI berupaya meningkatkan sumber anggaran dari eksternal yakni melalui antara lain peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN), dan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
LIPI juga melakukan manajemen aset yang efisien dan mendorong atau mewajibkan sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi LIPI untuk mendapatkan anggaran eksternal untuk mendukung pembiayaan penelitian.
"Untuk infrastruktur riset, saat ini LIPI sedang membangun besar-besaran karena kita melakukan budget engineering (rekayasa anggaran) sehingga kita mampu mengalokasikan anggaran untuk membangun infrastruktur riset," kata Pelaksana harian Kepala LIPI Agus Haryono dalam Webinar Riset dan Inovasi untuk Merah Putih di Jakarta, Rabu.
Pembangunan infrastruktur riset strategis yang ingin dipercepat LIPI antara lain rumah kaca biodiversitas tropika nasional terpadu, fasilitas laboratorium pengolahan mineral lokal strategis berbasis teknologi low-cost dan zero waste, dan fasilitas kawasan geodiversitas Indonesia di Karangsambung, Jawa Tengah.
Kemudian, pengembangan pusat repositori nasional bidang keanekaragaman hayati dan kekayaan intelektual, dan fasilitas riset bioindustri laut Mataram di Nusa Tenggara Barat.
Selain itu, juga dilakukan pembangunan fasilitas riset dan eksplorasi pemanfaatan sumber daya alam darat dan laut secara lestari di kawasan Indonesia Timur, dan fasilitas genomik, biodiversitas tropika, dan lingkungan nasional terintegrasi.
Infrastruktur riset strategis akan dibangun berskala global sehingga menarik lebih banyak investasi riset masuk dan menarik minat para diaspora untuk kembali datang ke Indonesia untuk bekerja di laboratorium-laboratorium di Indonesia.
Dalam melakukan rekayasa anggaran, LIPI mengalokasikan sebagian besar anggaran yang dimiliki untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur riset strategis dari yang sebelumnya belanja modal penelitian sebesar Rp50 miliar menjadi Rp600 miliar.
Salah satunya, LIPI mengalihkan sebagian besar dana dari belanja barang penelitian ke belanja modal penelitian, di mana belanja barang penelitian sebelumnya sebesar Rp350 miliar menjadi Rp75 miliar.
Rekayasa anggaran dilakukan dengan perampingan struktur Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA), peningkatan kemampuan daya beli dari DIPA Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta pengelolaan infrastruktur terpusat dan bisa diakses oleh siapapun.
Dengan belanja barang penelitian yang kecil, maka LIPI berupaya meningkatkan sumber anggaran dari eksternal yakni melalui antara lain peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Pinjaman dan/atau Hibah Luar Negeri (PHLN), dan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
LIPI juga melakukan manajemen aset yang efisien dan mendorong atau mewajibkan sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi LIPI untuk mendapatkan anggaran eksternal untuk mendukung pembiayaan penelitian.
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Peneliti Unhas kenalkan lalat buah sebagai model riset strategis berbagai bidang
11 February 2026 4:35 WIB
Direktur Kemendiktisaintek dorong kampus hilirisasi riset sesuai kebutuhan
03 December 2025 19:10 WIB
Pemprov Sulbar berkomitmen jadikan Mes Patriot pusat riset kawasan transmigrasi
21 November 2025 22:03 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pesawat Super Air Jet rute Lombok-Surabaya delay hampir 5 jam di Bandara Lombok
14 February 2026 5:39 WIB