Harga Daging Sapi Jelang Ramadan Stabil
Sabtu, 30 Juli 2011 19:49 WIB
Mamuju (ANTARA News) - Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, jelang bulan suci Ramadhn 1432 Hijriah masih stabil pada kisaran Rp75.000/kilogram.
Anton, salah seorang penjual daging di pasar tradisional di Mamuju, Sabtu, mengatakan, sejumlah kebutuhan pokok memang ada yang mengalami lonjakan, tetapi harga daging hingga -2 hari puasa belum masih stabil.
"Saat ini permintaan daging dari konsumen belum begitu signifikan walaupun cenderung ada peningkatan jelang datangnya bulan Ramdahan yang tinggal dua hari,"kata dia.
Menurutnya, kemungkinan besar permintaan daging sapi akan mengalami peningkatan pada Minggu (31/7) karena pelaksaan ibadah puasa diperkirakan jatuh pada hari Senin (1/8),"ungkapnya.
Dia menyampaikan, pasokan daging sapi dari rumah potong hewan di Mamuju masih cukup yang setiap harinya hanya terjual puluhan kilogram.
"Tingkat permintaan daging di Mamuju tidak seperti kota-kota besar lainnya yang bisa mencapai hingga ratusan kilogram dalam setiap harinya. Kalau di Mamuju, permintaan daging biasanya meningkat saat musim lebaran atau ada peningkatan pelaksanaan acara perkawinan, "ungkapnya.
Dia mempridiksi, kemungkinan besar harga daging sapi meningkat sehari sebelum bulan suci Ramadhan karena saat itu umumnya umat muslim membeli daging untuk keperluan acara syukuran atas datangnya bulan ramadahn.
"Jika memang satu ramadhan jatu pada hari senin (1/8), maka bisa dipastikan harga daging sapi akan meningkat sehari jelang datagngnya bulan Ramdahan karena saat itu nyaris seluruh harga kebutuhan akan meningkat.
Hal senada dikatakan Udin, salah seorang petugas rumah potong hewan di Mamuju, menyampaikan, harga daging yang dijualkan masih stabil walaupun masyarakat mulai banyak yang memesan.
"Hingga hari ini harga jual daging sapi masih stabil dengan kisaran Rp75.000/kilogram. Harga daging sapi tersebut berlaku sejak beberapa bulan terakhir,"ungkapnya.
Ia mengatakan, stok daging di rumah potong hewan tidak pernah kekurangan. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kurangnya pasokan daging sapi.
"Sapi yang kita potong merupakan sapi lokal yang dibeli dari petani di Mamuju. Kita tidak pernah mendatangkan sapi impor karena populasi ternak sapi di Sulbar masih memenuhi kebutuhan masyarakat, "kuncinya.
(T.KR-ACO/S016)
Anton, salah seorang penjual daging di pasar tradisional di Mamuju, Sabtu, mengatakan, sejumlah kebutuhan pokok memang ada yang mengalami lonjakan, tetapi harga daging hingga -2 hari puasa belum masih stabil.
"Saat ini permintaan daging dari konsumen belum begitu signifikan walaupun cenderung ada peningkatan jelang datangnya bulan Ramdahan yang tinggal dua hari,"kata dia.
Menurutnya, kemungkinan besar permintaan daging sapi akan mengalami peningkatan pada Minggu (31/7) karena pelaksaan ibadah puasa diperkirakan jatuh pada hari Senin (1/8),"ungkapnya.
Dia menyampaikan, pasokan daging sapi dari rumah potong hewan di Mamuju masih cukup yang setiap harinya hanya terjual puluhan kilogram.
"Tingkat permintaan daging di Mamuju tidak seperti kota-kota besar lainnya yang bisa mencapai hingga ratusan kilogram dalam setiap harinya. Kalau di Mamuju, permintaan daging biasanya meningkat saat musim lebaran atau ada peningkatan pelaksanaan acara perkawinan, "ungkapnya.
Dia mempridiksi, kemungkinan besar harga daging sapi meningkat sehari sebelum bulan suci Ramadhan karena saat itu umumnya umat muslim membeli daging untuk keperluan acara syukuran atas datangnya bulan ramadahn.
"Jika memang satu ramadhan jatu pada hari senin (1/8), maka bisa dipastikan harga daging sapi akan meningkat sehari jelang datagngnya bulan Ramdahan karena saat itu nyaris seluruh harga kebutuhan akan meningkat.
Hal senada dikatakan Udin, salah seorang petugas rumah potong hewan di Mamuju, menyampaikan, harga daging yang dijualkan masih stabil walaupun masyarakat mulai banyak yang memesan.
"Hingga hari ini harga jual daging sapi masih stabil dengan kisaran Rp75.000/kilogram. Harga daging sapi tersebut berlaku sejak beberapa bulan terakhir,"ungkapnya.
Ia mengatakan, stok daging di rumah potong hewan tidak pernah kekurangan. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya kurangnya pasokan daging sapi.
"Sapi yang kita potong merupakan sapi lokal yang dibeli dari petani di Mamuju. Kita tidak pernah mendatangkan sapi impor karena populasi ternak sapi di Sulbar masih memenuhi kebutuhan masyarakat, "kuncinya.
(T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Sejumlah bandara alternatif beroperasi 24 jam selama 8 bandara ditutup akibat erupsi GAK
07 September 2026 5:13 WIB
Puluhan penerbangan Makassar-Cengkareng PP terdampak letusan Anak Krakatau
06 September 2026 9:27 WIB
Perusahaan Australia gandeng mitra lokal siapkan rantai pasok rumput laut
06 September 2026 6:15 WIB