
Harga daging ayam ras dan sapi berangsur turun di Kota Makassar

Saat memasuki Ramadhan, harga daging ayam ras rata-rata Rp37.560 per kilogram, sementara saat ini sudah dijual Rp37.200 per kg
Makassar (ANTARA) - Harga daging ayam ras dan daging sapi yang diprerjualbelikan di sejumlah pasar tradisional di Kota Makassar kini berangsur-angsur menurun menjelang sepekan bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.
"Saat memasuki Ramadhan, harga daging ayam ras rata-rata Rp37.560 per kilogram, sementara saat ini sudah dijual Rp37.200 per kg," kata pedagang ayam ras Syamsiah di Pasar Terong, Makassar, Senin.
Penurunan tipis harga daging ayam ras tersebut, juga diikuti penurunan harga daging sapi yang kini dijual Rp125 ribu per kg untuk kualitas I dan kualitas II Rp116 ribu per kg.
Sebelumnya pada awal bulan Suci Ramadhan, harga daging sapi untuk kualitas I dijual seharga Rp177 ribu per kg.
Hal tersebut diakui penjual daging sapi di Pasar Pabaeng-baeng, Makassar H Usaman Daeng Nai...
Dia mengatakan, penurunan harga itu karena harga yang diperoleh dari Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Antang di Makassar juga turun Rp1.000 per kg dari harga ketika awal Ramadhan.
Selain harga daging ayam ras dan daging sapi yang mengalami penurunan, juga harga ayam telur ras mengalami penurunan secara sginifikan dari Rp45 ribu per rak menjadi Rp42 ribu per rak.
Menurut Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo pada keterangan terpisah mengatakan, kenaikan harga sejumlah kebutuhan konsumsi masyarakat diawal bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah itu dipicu tingginya permintaan, sementara pasokan yang tersedia cenderung tetap.
Kendati demikian, lanjut dia, itu hanya berlangsung tidak lama karena pada hari-hari berikut akan kembali normal, nanti pada saat jelang lebaran lagi baru diprediksi akan mengalami kenaikan harga kembali.
Namun kenaikan harga tersebut, diakui masih dalam batas normal, sehingga belum dipandang perlu untuk melakukan operasi pasar.
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
