Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muallim di Makassar, Rabu, menjelaskan, 100 peserta yang diberangkatkan untuk mengikuti ujian akhir di kampus IPDN tersebut adalah hasil dari seleksi tingkat provinsi yang diikuti 400 peserta.
"Ujian terakhir di Jatinangor diantaranya meliputi wawancara, kesamaptaan dan kesehatan. Kita berharap bisa lulus semua," ujarnya. Hasil tes akhir ini kemungkinan telah dapat diketahui pada pekan depan.
Setelah dinyatakan lulus, para calon praja tersebut akan langsung mengikuti perkuliahan selama enam bulan untuk kemudian disebar di kampus-kampus regional.
"Mungkin tidak ada yang kembali, disebar di kampus-kampus regional untuk pengkaderan dan memperluas wawasan," ujarnya yang menambahkan seluruh biaya para calon praja ditanggung APBN, pemerintah kabupaten dan kota sebagai pengutus tidak lagi berkewajiban memberikan tunjangan.
Ia menjelaskan, sejak 2008, seleksi telah menggunakan peringkat provinsi dan tidak lagi per kabupaten sehingga hasilnya lebih adil.
Soal kuota calon praja di setiap provinsi, ia mengatakan belum ada informasi mengenai jumlah pastinya. "Saya juga pernah tanya, yang jelas Sulsel selalu terbanyak. Tahun lalu juga 100 jadi asumsi saya 100 per tahun," katanya.
(T.KR-RY/S016)