Majene, Sulbar (ANTARA News) - Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) mengalokasikan anggaran Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) kabupaten Majene, Sulawesi Barat bagi transmigran di Dusun Kolehala Desa Panggalo Kecamatan Ulumanda sebesar Rp2 miliar.

Kapala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Majene, Asri Albar di Majene, Jumat, mengatakan, alokasi anggaran tersebu sesuai hasil tinjauan tim KPDT pada lokasi transmigrasi di Majene yang menyaksikan mendesaknya kebutuhan warga terhadap sarana penerangan listrik.

"Beberapa hari lalu kami telah mengantar tim KPD untuk menyaksikan sendiri kondisi lingkungan transmigrasi di Kolehala dengan harapan ada bantuan lanjutan yang bisa dialokasikan kepada warga yang baru dipindahkan sekitar dua bulan lalu," ungkapnya.

Dia menyebutkan, lingkungan transmigrasi di Kolehala terdapat 150 kepala keluarga dengan 640 jiwa dan diajukan pengadaan PLTS sebanyak 155 unit dengan total anggaran sebesar Rp2 miliar. Termasuk kebutuhan penerangan jalan desa sepanjang 42,5 kilometer di sekitar kawasan transmigrasi.

Asri mengungkapkan, bantuan tersebut untuk mempercepat proses pembangunan, baik pada sektor perekonomian maupun pada sektor pembangunan fisik sehingga pemukiman transmigran di beberapa daerah lain tidak terkesan dikesampingkan karena terbelakang dari segi fasilitas pendukung.

"Itupun penerangan jalan masih kami anggap belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan yang diharapkan, sebab saat ini kami mendahulukan kebutuhan listrik bagi rumah tangga. Untuk kebutuhan selanjutnya kami akan mengupayakan dari penganggaran lain," terangnya.

Selama ini, warga telah mendapat bantuan penerangan listrik dari Pemkab Majene, namun kebutuhan tersebut tidak untuk digunakan bagi fasilitas pribadi, melainkan untuk kebutuhan listrik bagi sejumlah sarana publik seperti kantor desa, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD), serta beberapa sarana publik lainnya.

"Pengadaan PLTS yang dialokasikan pemkab sebanyak lima unit. Jika dibanding dengan jumlah warga masih sangat jauh dari kebutuhan, namun karena keterbatasan anggaran untuk sementara kami mangalokasikan bantuan pemkab untuk sarana publik," lanjut Asri.

Kadinsosnakertrans berharap, bantuan PLTS untuk seluruh warga di Kolehala mampu terealisasi tahun ini, sesuai dengan upaya yang dilakukan oleh Pemkab Majene serta respon dari KPDT melihat kondisi serta kebutuhan yang sangat mendesak.

Pada lain hal, dia menginginkan, bantuan kepada warga transmigran tidak menjadikan warga manja dan selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah. "Mengatasi segala kendala tetap harus melalui upaya dari seluruh warga, salah satunya mengatasi masalah perekonomian," imbuhnya. T.KR-AAT/S016)