289 Personil Pengamanan Karnaval Budaya Nusantara
Minggu, 5 Februari 2012 20:57 WIB
Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 289 personil pengamanan dikerahkan untuk perayaan Cap Go Meh 2563 yang dirangkaian dengan karnaval budaya nusantara.
"Perayaan Cap Go Meh pada Minggu (5/2) mendapat pengamaman dari kepolisian 220 orang, 19 orang dari Koramil dan 50 orang dari unsur masyarakat," kata Wakil Ketua Walubi Sulsel Yonggris di Makassar, Minggu.
Menurut dia, sebenarnya Cap Go Meh jatuh pada 6 Februari 2012, namun karena pertimbangan hari kerja dan pengamanan, sehingga dimajukan ke Minggu (5/2).
Berkaitan dengan pengamanan perayaan tersebut, lanjut dia, sejumlah jalan yang akan digunakan untuk karnaval atau pawai akan ditutup mulai pukul 13.00 Wita atau dua jam sebelum pelaksanaan.
Adapun jalan yang akan dilalui iring-iringan yang terbagi dua kelompok itu yakni barisan Bhinneka Tunggal Ika dan Barisan Adat Ritual adalah mulai dari Jalan Sulawesi, Jalan Sangir, kemudian berputar ke jalan Irian, jalan Ahmad Yani dan kembali ke jalan Sulawesi.
"Panjang rute yang akan dilalui peserta karnaval yang mencapai ribuan orang itu sekitar 2,7 kilometer," katanya.
Pada perayaan Cap Go Meh tersebut juga akan menampilkan atraksi barongsai yang merupakan budaya asal Tiongkok.
Menurut Yongris, pemain barongsai bukan hanya dikuasai warga keturunan Tionghoa, namun juga sudah dikuasai warga
setempat.
Bahkan kata Dewan Pembinan Kelompok Barongsai Sulsel ini, 70 persen pemain barongsai adalah warga Sulsel dari etnis Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar.
"Hal ini menunjukkan adanya akulturasi budaya Tionghoa dengan etnis yang ada di daerah ini," katanya.
(T.S036/E001)
"Perayaan Cap Go Meh pada Minggu (5/2) mendapat pengamaman dari kepolisian 220 orang, 19 orang dari Koramil dan 50 orang dari unsur masyarakat," kata Wakil Ketua Walubi Sulsel Yonggris di Makassar, Minggu.
Menurut dia, sebenarnya Cap Go Meh jatuh pada 6 Februari 2012, namun karena pertimbangan hari kerja dan pengamanan, sehingga dimajukan ke Minggu (5/2).
Berkaitan dengan pengamanan perayaan tersebut, lanjut dia, sejumlah jalan yang akan digunakan untuk karnaval atau pawai akan ditutup mulai pukul 13.00 Wita atau dua jam sebelum pelaksanaan.
Adapun jalan yang akan dilalui iring-iringan yang terbagi dua kelompok itu yakni barisan Bhinneka Tunggal Ika dan Barisan Adat Ritual adalah mulai dari Jalan Sulawesi, Jalan Sangir, kemudian berputar ke jalan Irian, jalan Ahmad Yani dan kembali ke jalan Sulawesi.
"Panjang rute yang akan dilalui peserta karnaval yang mencapai ribuan orang itu sekitar 2,7 kilometer," katanya.
Pada perayaan Cap Go Meh tersebut juga akan menampilkan atraksi barongsai yang merupakan budaya asal Tiongkok.
Menurut Yongris, pemain barongsai bukan hanya dikuasai warga keturunan Tionghoa, namun juga sudah dikuasai warga
setempat.
Bahkan kata Dewan Pembinan Kelompok Barongsai Sulsel ini, 70 persen pemain barongsai adalah warga Sulsel dari etnis Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar.
"Hal ini menunjukkan adanya akulturasi budaya Tionghoa dengan etnis yang ada di daerah ini," katanya.
(T.S036/E001)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub sampaikan pesan budaya Sulsel "Siri' na Pacce" di perayaan Kaisar Jepang
13 February 2026 9:50 WIB
Gubernur Sulsel dorong budaya hidup sehat melalui gerakan ASRI dan Anti Mager
08 February 2026 19:31 WIB
Ditlantas Polda Sulbar bangun budaya tertib lalu lintas lewat BTH dari sekolah
26 January 2026 17:40 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Kodaeral VI bersihkan pantai Kepulauan Selayar dukung program Infonesia ASRI
14 February 2026 5:15 WIB
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB