China meluncurkan gerakan besar-besaran perburuan koruptor di LN
Minggu, 6 Maret 2022 12:20 WIB
Ilustrasi - Seorang tentara berjaga di depan Balai Agung Rakyat, Beijing, China. ANTARA/M. Irfan Ilmie
Beijing (ANTARA) - Otoritas China meluncurkan gerakan besar-besaran untuk memburu para pejabat setempat yang melakukan tindak pidana korupsi dan melarikan diri ke luar negeri.
Gerakan tersebut digulirkan untuk meneliti, merencanakan, dan mengumumkan hasil pertemuan para pejabat yang bertanggung jawab memulangkan buronan dan menyelamatkan aset negara, kata badan antikorupsi China yang dikutip media setempat yang dipantau ANTARA di Beijing, Minggu.
Menurut otoritas tersebut, gerakan bersandikan "Sky Net 2022" itu akan melakukan berbagai langkah koordinatif antara Komisi Supervisi Nasional yang bertanggung jawab terhadap kejahatan terkait jabatan dan Kementerian Keamanan Publik (MPS) yang tugas dan fungsinya sama dengan kepolisian.
Kedua lembaga tersebut akan melakukan operasi perburuan koruptor yang melarikan diri ke luar negeri.
Selain itu, ada keterlibatan bank sentral (PBOC) yang akan bekerja sama dengan MPS untuk mencegah dan menindak transfer uang "haram" melalui perusahaan di luar negeri dan lembaga keuangan informal lainnya.
Ada juga Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung setempat. Kedua lembaga itu tergabung dalam gerakan tersebut untuk memproses secara hukum para koruptor yang telah berhasil dipulangkan ke negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.
Departemen Organisasi Komite Sentral Partai Komunis China (CPC), MPS, dan instansi terkait lainnya akan meningkatkan koordinasi dalam menangani harta benda pelaku kejahatan yang didapatkan secara ilegal, demikian dinyatakan tim gabungan gerakan Sky Net 2022.
Pada 2021, sebanyak 1.273 buronan koruptor telah direpatriasi ke China dan uang negara yang dikorupsi senilai 16,74 miliar yuan (Rp38,11 triliun) telah berhasil diselamatkan.
China gencar memburu para koruptor yang melarikan diri ke luar negeri sejak Presiden Xi Jinping berkuasa mulai 2012 dengan memperkuat fungsi departemen pengawasan disiplin di bawah Komite Sentral CPC sebagai lembaga antirasuah tertinggi di negara tersebut.
Gerakan tersebut digulirkan untuk meneliti, merencanakan, dan mengumumkan hasil pertemuan para pejabat yang bertanggung jawab memulangkan buronan dan menyelamatkan aset negara, kata badan antikorupsi China yang dikutip media setempat yang dipantau ANTARA di Beijing, Minggu.
Menurut otoritas tersebut, gerakan bersandikan "Sky Net 2022" itu akan melakukan berbagai langkah koordinatif antara Komisi Supervisi Nasional yang bertanggung jawab terhadap kejahatan terkait jabatan dan Kementerian Keamanan Publik (MPS) yang tugas dan fungsinya sama dengan kepolisian.
Kedua lembaga tersebut akan melakukan operasi perburuan koruptor yang melarikan diri ke luar negeri.
Selain itu, ada keterlibatan bank sentral (PBOC) yang akan bekerja sama dengan MPS untuk mencegah dan menindak transfer uang "haram" melalui perusahaan di luar negeri dan lembaga keuangan informal lainnya.
Ada juga Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung setempat. Kedua lembaga itu tergabung dalam gerakan tersebut untuk memproses secara hukum para koruptor yang telah berhasil dipulangkan ke negara berpenduduk terbanyak di dunia itu.
Departemen Organisasi Komite Sentral Partai Komunis China (CPC), MPS, dan instansi terkait lainnya akan meningkatkan koordinasi dalam menangani harta benda pelaku kejahatan yang didapatkan secara ilegal, demikian dinyatakan tim gabungan gerakan Sky Net 2022.
Pada 2021, sebanyak 1.273 buronan koruptor telah direpatriasi ke China dan uang negara yang dikorupsi senilai 16,74 miliar yuan (Rp38,11 triliun) telah berhasil diselamatkan.
China gencar memburu para koruptor yang melarikan diri ke luar negeri sejak Presiden Xi Jinping berkuasa mulai 2012 dengan memperkuat fungsi departemen pengawasan disiplin di bawah Komite Sentral CPC sebagai lembaga antirasuah tertinggi di negara tersebut.
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pentagon bakal lakukan pembatasan perusahaan AS yang berbisnis dengan China
18 December 2025 11:46 WIB
China kerahkan militer di perairan Asia Timur imbas komentar Takaichi soal Taiwan
05 December 2025 11:11 WIB
KPK usut jumlah tanah negara yang dijual lagi ke negara terkait Whoosh di KCIC
18 November 2025 12:34 WIB
WNI korban "pengantin pesanan" di China akan kembali ke Tanah Air setelah cerai
18 November 2025 5:07 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Keluar rel akibatkan kereta cepat kecelakaan di Spanyol, 21 orang tewas dan ratusan terluka
19 January 2026 9:37 WIB