Gubernur : Gabah Polman Banyak Digiling di Pinrang
Jumat, 24 Agustus 2012 20:07 WIB
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh mengakui keterbatasan sarana penggilingan padi menjadi penyebab utama hasil panen petani di Kabupaten Polman banyak yang digiling di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
"Masalah ini tentu menjadi perhatian kami agar kelak pedagang pengumpul gabah padi tidak lagi melakukan distribusi ke Pinrang. Kita kehendaki gabah itu tetap digiling di daerah kita sendiri," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Jumat.
Menurut dia, alasan pedagang pengumpul membawa gabah kering untuk digiling ke Pinrang karena daerah itu telah ditunjang sarana penggilingan dan pengeringan gabah yang lebih moderen.
"Hasil penggilingan di Pinrang jauh lebih berkualitas dibandingkan jika harus digiling di Polman yang hanya mengandalkan penggilingan yang sederhana. Ini tantangan yang harus segera diberikan intervensi agar hasil panen petani padi dapat diolah di daerah sendiri tanpa harus diangkut ke Pinrang," kata gubernur yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) tahun 2012.
Gubernur mengatakan, tingkat produksi beras di Polman dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan bahkan saat ini dinobatkan sebagai kabupaten penghasil beras terbesar di Sulbar.
"Tingkat produksi beras di Polman mengalami peningkatan karena ditunjang dengan hadirnya irigasi atau pengairan Sekka-Sekka yang mampu menyuplai 12 ribu hektare areal tanaman padi di Polman," katanya.
Ia menambahkan, saat ini Pemkab Polman telah mematok target agar poduksi padi dapat mencapai 234.000 ton dengan jumlah luas tanam 34.500 hektare. (T.KR-ACO/S023)
"Masalah ini tentu menjadi perhatian kami agar kelak pedagang pengumpul gabah padi tidak lagi melakukan distribusi ke Pinrang. Kita kehendaki gabah itu tetap digiling di daerah kita sendiri," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Jumat.
Menurut dia, alasan pedagang pengumpul membawa gabah kering untuk digiling ke Pinrang karena daerah itu telah ditunjang sarana penggilingan dan pengeringan gabah yang lebih moderen.
"Hasil penggilingan di Pinrang jauh lebih berkualitas dibandingkan jika harus digiling di Polman yang hanya mengandalkan penggilingan yang sederhana. Ini tantangan yang harus segera diberikan intervensi agar hasil panen petani padi dapat diolah di daerah sendiri tanpa harus diangkut ke Pinrang," kata gubernur yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) tahun 2012.
Gubernur mengatakan, tingkat produksi beras di Polman dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan bahkan saat ini dinobatkan sebagai kabupaten penghasil beras terbesar di Sulbar.
"Tingkat produksi beras di Polman mengalami peningkatan karena ditunjang dengan hadirnya irigasi atau pengairan Sekka-Sekka yang mampu menyuplai 12 ribu hektare areal tanaman padi di Polman," katanya.
Ia menambahkan, saat ini Pemkab Polman telah mematok target agar poduksi padi dapat mencapai 234.000 ton dengan jumlah luas tanam 34.500 hektare. (T.KR-ACO/S023)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penjabat Gubernur Sulbar ajak parpol berkolaborasi pulihkan ekonomi
05 September 2022 12:32 WIB, 2022
Bupati Majene ajak Partai Nasdem berkolaborasi sejahterakan masyarakat
07 January 2022 21:30 WIB, 2022
Tokoh Sulbar bangga Wapres kenakan pakaian adat Mandar di Sidang Tahunan MPR
16 August 2021 13:57 WIB, 2021
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Petani Sulsel optimistis bisa tanam padi tiga kali setahun lewat MYP irigasi
30 September 2026 4:34 WIB
Koperasi Merah Putih di Sulsel catat 1,19 juta transaksi hingga Agustus 2026
28 September 2026 4:42 WIB