Majene, Sulbar (ANTARA News) - Pemkab Majene, Sulawesi Barat, menyebutkan pengembalian modal usaha khusus untuk kaum perempuan melalui program Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) telah mencapai 98 persen dari total dana yang digulirkan sekitar Rp10 miliar.

Kepala Badan Pemerintahan Desa, Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Keluarga Berencana (BPDPMP-KB) Majene, Muhammad Ali Side di Majene, Jumat, menyebutkan penyerahan bantuan permodalan telah dilakukan pada awal tahun.

"Sementara tahap pelunasan dengan sisa tunggakan sekitar dua persen atau sekitar Rp200 juta,"katanya.

Menurutnya bukan tanpa kendala, setiap kali pemerintah menyalurkan pinjaman modal pasti akan ada kendalanya. Namun, pemerintah tetap berupaya agar pengembalian bisa tuntas 100 persen.

Dia mengatakan modal usaha ini akan kembali digulirkan kepada kelompok wanita yang dianggap membutuhkan modal usaha, utamanya bagi yang belum sempat menerima bantuan tahun lalu sehingga penyalurannya bisa merata.

Program bantuan usaha melalui dana bergulir ini, kata Ali Side, telah berlangsung selama empat tahun dan rencananya tetap akan dilanjutkan sebab ini merupakan dana yang akan terus digulirkan untuk menopang usaha masyarakat.

"Kami berharap bantuan ini mampu menopang perekonomian warga, utamanya kepada kaum perempuan yang terjun langsung dalam dunia usaha. Tentunya kita tetap memiliki tanggungjawab untuk memberikan dukungan melalui program ini," harapnya.

Selain itu, sejumlah penerima bantuan permodalan dan belum melakukan pelunasan diharapkan mampu menyelesaikan secepatnya, meskipun bantuan ini tidak membebankan bunga tinggi namun akan digulirkan kembali kepada kelompok yang dianggap sangat membutuhkan.

Ali Side mengaku, salah satu faktor yang mendukung peningkatan perekonomian adalah dengan meningkatnya pendapatan masyarakat. Tentunya hal itu salah satunya didukung oleh pendapatan warga yang bisa dimaksimalkan melalui bertumbuhnya usaha kecil. (T.KR-AHN/B008)