Kasus harian positif COVID-19 di Indonesia bertambah 2.079 kasus
Sabtu, 17 September 2022 22:46 WIB
Data situasi COVID-19 di Indonesia, Sabtu (17/9/2022) yang dihimpun Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19. (ANTARA/HO-Satgas COVID-19)
Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan penambahan kasus harian terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 2.079 orang hingga Sabtu, pukul 12.00 WIB.
Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyebutkan DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus COVID-19 terbanyak, yakni 1.596 orang.
Penambahan kasus COVID-19 diikuti Provinsi Jawa Barat 375 orang, Jawa Timur 188, Banten 183 orang, dan Jawa Tengah 112 orang.
Kasus terkonfirmasi positif itu menambah jumlah total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 berjumlah 6.407.123 orang.
Sementara itu tercatat, pasien sembuh COVID-19 harian terbanyak dilaporkan di Provinsi DKI Jakarta 1.596 orang, Jawa Timur 208 orang, Jawa Barat 196 orang, Banten 175 orang, dan Sulawesi Utara 113 orang.
Dengan demikian, secara nasional angka kesembuhan harian bertambah 2.681 orang, sehingga total mencapai 6.221.389 orang.
Sedangkan penambahan kasus meninggal harian tercatat sebanyak delapan orang, terjadi di Provinsi Jawa Timur tiga orang, DKI Jakarta dua orang, Sulawesi Utara, Bali dan Sulawesi Tenggara masing-masing satu orang.
Satgas COVID-19 juga mencatat, jumlah kasus aktif yang mencakup penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri pada hari ini sebanyak 27.850 kasus aktif, turun 610 orang dibandingkan hari sebelumnya (16/9).
Selain itu terdapat pula 3.924 orang yang masuk dalam kategori suspek.
Hasil tersebut didapat setelah dilakukan pengujian pada hari ini terhadap 53.122 spesimen dari 26.698 orang yang diperiksa di ratusan jaringan laboratorium di seluruh Indonesia.
Tingkat positif (positivity rate) spesimen harian adalah 7,25 persen dan untuk tingkat positivity rate orang harian adalah 7,79 persen.
Sebelumnya, Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir.
"WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) belum mencabut status pandemi. Kita harus menyadari bahwa kehadiran subvarian bahkan potensi varian baru yang lebih menginfeksi bisa saja terjadi ketika sebagian dari penduduk atau negara di dunia longgar protokol kesehatan," ujar Dicky.
Ia mengakui, situasi COVID-19 di dalam negeri saat ini memang cenderung di fase melandai, tetapi beberapa wilayah di dunia status kasusnya meningkat seperti di Jepang bahkan beberapa negara Eropa.*
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kasus harian positif COVID-19 bertambah 2.079 kasus
Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta, Sabtu, menyebutkan DKI Jakarta mencatatkan penambahan kasus COVID-19 terbanyak, yakni 1.596 orang.
Penambahan kasus COVID-19 diikuti Provinsi Jawa Barat 375 orang, Jawa Timur 188, Banten 183 orang, dan Jawa Tengah 112 orang.
Kasus terkonfirmasi positif itu menambah jumlah total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 berjumlah 6.407.123 orang.
Sementara itu tercatat, pasien sembuh COVID-19 harian terbanyak dilaporkan di Provinsi DKI Jakarta 1.596 orang, Jawa Timur 208 orang, Jawa Barat 196 orang, Banten 175 orang, dan Sulawesi Utara 113 orang.
Dengan demikian, secara nasional angka kesembuhan harian bertambah 2.681 orang, sehingga total mencapai 6.221.389 orang.
Sedangkan penambahan kasus meninggal harian tercatat sebanyak delapan orang, terjadi di Provinsi Jawa Timur tiga orang, DKI Jakarta dua orang, Sulawesi Utara, Bali dan Sulawesi Tenggara masing-masing satu orang.
Satgas COVID-19 juga mencatat, jumlah kasus aktif yang mencakup penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri pada hari ini sebanyak 27.850 kasus aktif, turun 610 orang dibandingkan hari sebelumnya (16/9).
Selain itu terdapat pula 3.924 orang yang masuk dalam kategori suspek.
Hasil tersebut didapat setelah dilakukan pengujian pada hari ini terhadap 53.122 spesimen dari 26.698 orang yang diperiksa di ratusan jaringan laboratorium di seluruh Indonesia.
Tingkat positif (positivity rate) spesimen harian adalah 7,25 persen dan untuk tingkat positivity rate orang harian adalah 7,79 persen.
Sebelumnya, Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengimbau masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan karena pandemi belum berakhir.
"WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) belum mencabut status pandemi. Kita harus menyadari bahwa kehadiran subvarian bahkan potensi varian baru yang lebih menginfeksi bisa saja terjadi ketika sebagian dari penduduk atau negara di dunia longgar protokol kesehatan," ujar Dicky.
Ia mengakui, situasi COVID-19 di dalam negeri saat ini memang cenderung di fase melandai, tetapi beberapa wilayah di dunia status kasusnya meningkat seperti di Jepang bahkan beberapa negara Eropa.*
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kasus harian positif COVID-19 bertambah 2.079 kasus
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
JPU Kejati Sulsel nyatakan pikir-pikir untuk banding vonis Bansos COVID-19
01 October 2025 18:00 WIB
Taksi online minta keputusan gubernur Sulsel soal tarif ASK ditinjau ulang
12 February 2025 20:08 WIB, 2025
Kemenkes akan menyediakan fasilitas rontgen gratis di 514 kabupaten
16 December 2024 21:03 WIB, 2024
KPK panggil pimpinan perusahaan terkait dugaan korupsi bansos presiden
08 October 2024 15:08 WIB, 2024
Raksasa farmasi AstraZeneca tarik peredaran vaksin COVID-19 di seluruh dunia
09 May 2024 6:42 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
SAR evakuasi 101 kantong jenazah korban longsor Cisarua hingga hari ke-20
12 February 2026 15:42 WIB