Disdik Diminta Perbaharui Data Anak Putus Sekolah
Selasa, 9 Oktober 2012 12:58 WIB
Majene, Sulbar (ANTARA News) - DPRD Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, meminta Dinas Pendidikan setempat memperbaharui data anak putus sekolah karena data yang disamapikan dianggap tidak akurat dibanding kenyataan di lapangan sehingga akan mempengaruhi program kependidikan.
Anggota Komisi III Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Majene Adi Ahsan di Majene, Selasa, mengaku data yang dikeluarkan Disdik terkait jumlah anak putus sekolah hanya sekitar 169 orang, sementara masih banyak lagi jumlah putus sekolah yang perlu diidentifikasi.
"Kita tidak berharap jumlah putus sekolah di daerah ini semakin besar, namun data yang ada belum valid. Kami perkirakan, 169 putus sekolah hanya terdapat pada satu lingkungan," tukasnya.
Menurutnya, masih banyak siswa putus sekolah tersebar di seluruh kecamatan yang belum teridentifikasi dan itu mesti didata ulang untuk menentukan kebijakan pemerintah daerah terkait solusi yang akan ditempuh.
Adi Ahsan menuturkan, kebijakan pendidikan harus berdasarkan data yang jelas sebab hal tersebut berkaitan dengan seberapa besar anggaran yang harus disediakan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui Pemprov Sulbar maupun Pemkab Majene.
"Termasuk data putus sekolah, ada berbagai solusi yang bisa dilakukan pemerintah, baik melalui penyekolahan kembali maupun langkah solutif lainnya" jelasnya.
Hal itu juga dianggap untuk menjadi antisipasi pemerintah dalam menekan kemungkinan bertambahnya jumlah penangguran, tingkat kriminaliras, serta berbagai masalah sosial lainnya yang didorong oleh putus sekolah.
Menanggapi hal itu, Kepala Disdik Majene, Abdul Hamid Haris mengaku jumlah tersebut khusus tahun 2011, belum termasuk beberapa tahun sebelumnya. Kendati demikian, dia tetap akan melakukan identifikasi ulang melalui beberapa sekolah, sebab hal itu akan diketahui pada masing-masing penyelenggara pendidikan.
Sesuai data yang dikeluarkan Disdik, putus sekolah tahun 2011 pada tingkat SMA sederajat sebanyak 27 orang, SMP sederajat 22 orang, SD sederajat 120 orang. Hal itu dipengaruhi rendahnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan, selain itu juga dipengaruhi masalah ekonomi. (T.KR-AHN/S016)
Anggota Komisi III Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Majene Adi Ahsan di Majene, Selasa, mengaku data yang dikeluarkan Disdik terkait jumlah anak putus sekolah hanya sekitar 169 orang, sementara masih banyak lagi jumlah putus sekolah yang perlu diidentifikasi.
"Kita tidak berharap jumlah putus sekolah di daerah ini semakin besar, namun data yang ada belum valid. Kami perkirakan, 169 putus sekolah hanya terdapat pada satu lingkungan," tukasnya.
Menurutnya, masih banyak siswa putus sekolah tersebar di seluruh kecamatan yang belum teridentifikasi dan itu mesti didata ulang untuk menentukan kebijakan pemerintah daerah terkait solusi yang akan ditempuh.
Adi Ahsan menuturkan, kebijakan pendidikan harus berdasarkan data yang jelas sebab hal tersebut berkaitan dengan seberapa besar anggaran yang harus disediakan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui Pemprov Sulbar maupun Pemkab Majene.
"Termasuk data putus sekolah, ada berbagai solusi yang bisa dilakukan pemerintah, baik melalui penyekolahan kembali maupun langkah solutif lainnya" jelasnya.
Hal itu juga dianggap untuk menjadi antisipasi pemerintah dalam menekan kemungkinan bertambahnya jumlah penangguran, tingkat kriminaliras, serta berbagai masalah sosial lainnya yang didorong oleh putus sekolah.
Menanggapi hal itu, Kepala Disdik Majene, Abdul Hamid Haris mengaku jumlah tersebut khusus tahun 2011, belum termasuk beberapa tahun sebelumnya. Kendati demikian, dia tetap akan melakukan identifikasi ulang melalui beberapa sekolah, sebab hal itu akan diketahui pada masing-masing penyelenggara pendidikan.
Sesuai data yang dikeluarkan Disdik, putus sekolah tahun 2011 pada tingkat SMA sederajat sebanyak 27 orang, SMP sederajat 22 orang, SD sederajat 120 orang. Hal itu dipengaruhi rendahnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan, selain itu juga dipengaruhi masalah ekonomi. (T.KR-AHN/S016)
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda Sulbar meminta personel Polri lebih persuasif hadapi mahasiswa
24 August 2024 16:34 WIB, 2024