Kawasan Adat Ammatoa Kajang menjadi ikon wisata budaya Bulukumba
Minggu, 18 September 2022 21:31 WIB
Ilustrasi suasana pengunjung mengabadikan momen kunjungan di gerbang kawasan adat Ammatoa Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Antara/ Suriani Mappong
Bulukumba (ANTARA) - Kawasan Adat Ammatoa Kajang yang menjadi ikon wisata budaya Kabupaten Bulukumba akan menjadi program strategis Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan,
"Wisata Ammatoa Kajang sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki ciri budaya khas, ini tentu diharapkan ke depan menjadi bagian program strategis Dispapora dengan menggandeng berbagai pihak termasuk Pokdarwis," kata Kepala Dispapora Bulukumba, H Muhammad Daud Kahal menanggapi potensi wisata budaya di Bulukumba, Minggu.
Menurut dia, semua pihak dapat membantu agar kawasan adat Ammaotoa Kajang lebih dikenal oleh wisatawan nusantara hingga wisatawan mancanegara.
Dengan keunikan budaya dan pola hidup tradisional yang masih terjaga hingga saat ini, diyakini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Komunitas masyarakat adat Ammatoa Kajang dengan ciri khas berbusana kain hitam dan tidak menggunakan benda-benda inovasi teknologi, tetap eksis dengan kearifan lokal yang dipegang teguh.
"Keteguhannya dalam memelihara adat budaya yang masih tradisional jauh dari kesan modern, menjadi nilai jual tersendiri untuk wisata budaya di Bulukumba," kata Daud.
Meski diakui, Bulukumba kaya dengan potensi wisata diantaranya terdapat wisata bawah laut, wisata pantai, wisata religi, wisata pegunungan, wisata kuliner dan sebagainya.
Khusus wisata budaya Ammatoa Kajang, lanjut dia, dalam rentan waktu yang cukup lama, kawasan adat Ammatoa Kajang sudah dikenal di dalam dan luar negeri.
Hal itu diakui oleh salah seorang pengujung asal Prancis Louis Alexander yang didampingi teman media sosialnya asal Bali, Nyoman Adiana.
Menurut dia, sudah lama merencanakan mengunjungi kawasan adat Ammatoa Kajang yang terkenal dengan budaya dan kearifan lokalnya menjaga lingkungan, namun karena pandemi COVID-19 sempat terhalang.
"Sekarang sudah bisa berwisata lagi, jadi disempatkan ke kawasan adat Ammatoa Kajang setelah dari Bali," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba H Muhammad Daud Kahal. Antara/ Suriani Mappong
"Wisata Ammatoa Kajang sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki ciri budaya khas, ini tentu diharapkan ke depan menjadi bagian program strategis Dispapora dengan menggandeng berbagai pihak termasuk Pokdarwis," kata Kepala Dispapora Bulukumba, H Muhammad Daud Kahal menanggapi potensi wisata budaya di Bulukumba, Minggu.
Menurut dia, semua pihak dapat membantu agar kawasan adat Ammaotoa Kajang lebih dikenal oleh wisatawan nusantara hingga wisatawan mancanegara.
Dengan keunikan budaya dan pola hidup tradisional yang masih terjaga hingga saat ini, diyakini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Komunitas masyarakat adat Ammatoa Kajang dengan ciri khas berbusana kain hitam dan tidak menggunakan benda-benda inovasi teknologi, tetap eksis dengan kearifan lokal yang dipegang teguh.
"Keteguhannya dalam memelihara adat budaya yang masih tradisional jauh dari kesan modern, menjadi nilai jual tersendiri untuk wisata budaya di Bulukumba," kata Daud.
Meski diakui, Bulukumba kaya dengan potensi wisata diantaranya terdapat wisata bawah laut, wisata pantai, wisata religi, wisata pegunungan, wisata kuliner dan sebagainya.
Khusus wisata budaya Ammatoa Kajang, lanjut dia, dalam rentan waktu yang cukup lama, kawasan adat Ammatoa Kajang sudah dikenal di dalam dan luar negeri.
Hal itu diakui oleh salah seorang pengujung asal Prancis Louis Alexander yang didampingi teman media sosialnya asal Bali, Nyoman Adiana.
Menurut dia, sudah lama merencanakan mengunjungi kawasan adat Ammatoa Kajang yang terkenal dengan budaya dan kearifan lokalnya menjaga lingkungan, namun karena pandemi COVID-19 sempat terhalang.
"Sekarang sudah bisa berwisata lagi, jadi disempatkan ke kawasan adat Ammatoa Kajang setelah dari Bali," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bulukumba H Muhammad Daud Kahal. Antara/ Suriani Mappong
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komika Pandji jelaskan soal sidang adat Toraja saat diperiksa di Bareskrim Polri
09 March 2026 16:55 WIB
PN Bulukumba tolak gugatan sengketa lahan adat Kajang, penggugat justru dihukum
15 January 2026 15:48 WIB
Pandji berdialog dengan AMAN cari solusi perihal materi lawakan menyinggung masyarakat adat Toraja
13 November 2025 19:34 WIB
Terima gelar adat Toraja, Menhut komitmen jalankan amanat perlindungan kehutanan
15 June 2025 8:37 WIB
Hari Kartini, FL BRI Kanca Makassar Ahmad Yani kenakan pakaian adat layani nasabah
22 April 2025 14:44 WIB
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Kemenpar tugaskan Poltekpar Makassar pantau destinasi wisata hadapi libur Nataru
24 December 2025 4:58 WIB
LKBN ANTARA promosi budaya dan ekraf lewat Festival Fotografi Celebes di Toraja Utara
14 December 2025 6:03 WIB
Wamen Pariwisata : Pemda harus hadir mendukung kegiatan berkualitas daerah
25 September 2025 12:46 WIB