TransJakarta terima 664 aduan terkait saldo uang elektronik terpotong dua kali
Rabu, 26 Oktober 2022 10:19 WIB
Calon penumpang memindai kartu uang elektronik di Halte Harmoni TransJakarta, Senin (10/10/2022). Penumpang moda transportasi mulai beradaptasi dengan adanya perubahan sistem satu kartu satu uang elektronik di layanan bus Transjakarta oleh PT Jaklingko Indonesia. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Jakarta (ANTARA) - PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengungkapkan bahwa ada 664 aduan terkait saldo kartu uang elektronik yang terpotong dua kali saat "tap in/tap out".
"TransJakarta telah menerima berbagai aduan. Saat ini, terdapat 664 aduan yang masuk," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransJakarta, Anang Rizkani Noor dalam keterangan di Jakarta, Rabu pagi.
Anang mengatakan seluruh aduan itu, telah ditindaklanjuti dengan menghubungi pelanggan yang bersangkutan untuk meminta keterangan kronologi kejadian disertai identitas yang dapat dihubungi.
Data-data tersebut, lanjut Anang, menjadi acuan dalam menangani keluhan pelanggan dan TransJakarta hingga saat ini masih memproses keluhan pelanggan saat transisi tarif integrasi.
"Dari 664 aduan itu, sebanyak 353 telah merespon dan telah diberikan kartu pengganti. Sedangkan 12 pelanggan menolak memberikan data, sementara sisanya sebanyak 299 belum merespon," kata Anang.
Anang menegaskan, pihak TransJakarta masih memproses aduan yang masuk kepada pelanggan jika laporan tersebut dapat diverifikasi.
Anang mengungkap bahwa PT JakLingko Indonesia (JLI) juga telah menindaklanjuti 38 persen dari total aduan pelanggan atas saldo kartu uang elektronik yang terpotong dua kali saat "tap in/tap out" di perjalanan yang sama.
Untuk penanganan oleh JLI, pelanggan diminta untuk menghubungi melalui pesan WhatsApp melalui nomor pelayanan pelanggan 081260001441.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TransJakarta: Ada 664 aduan saldo uang elektronik terpotong dua kali
"TransJakarta telah menerima berbagai aduan. Saat ini, terdapat 664 aduan yang masuk," kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan TransJakarta, Anang Rizkani Noor dalam keterangan di Jakarta, Rabu pagi.
Anang mengatakan seluruh aduan itu, telah ditindaklanjuti dengan menghubungi pelanggan yang bersangkutan untuk meminta keterangan kronologi kejadian disertai identitas yang dapat dihubungi.
Data-data tersebut, lanjut Anang, menjadi acuan dalam menangani keluhan pelanggan dan TransJakarta hingga saat ini masih memproses keluhan pelanggan saat transisi tarif integrasi.
"Dari 664 aduan itu, sebanyak 353 telah merespon dan telah diberikan kartu pengganti. Sedangkan 12 pelanggan menolak memberikan data, sementara sisanya sebanyak 299 belum merespon," kata Anang.
Anang menegaskan, pihak TransJakarta masih memproses aduan yang masuk kepada pelanggan jika laporan tersebut dapat diverifikasi.
Anang mengungkap bahwa PT JakLingko Indonesia (JLI) juga telah menindaklanjuti 38 persen dari total aduan pelanggan atas saldo kartu uang elektronik yang terpotong dua kali saat "tap in/tap out" di perjalanan yang sama.
Untuk penanganan oleh JLI, pelanggan diminta untuk menghubungi melalui pesan WhatsApp melalui nomor pelayanan pelanggan 081260001441.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TransJakarta: Ada 664 aduan saldo uang elektronik terpotong dua kali
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Istri Gus Dur kunjungi MPR untuk terima surat tak berlakunya TAP MPR II/2001
29 September 2024 18:53 WIB, 2024
Polisi ringkus pelaku skimming asal Bulgaria bermodus "Tap Cash E-money"
29 January 2020 15:28 WIB, 2020
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Belanja pemerintah pusat di Sulsel pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,7 triliun
06 May 2026 14:22 WIB