Dishub Sulsel: Pengoperasian kereta api secara terbatas segera dilakukan
Kamis, 27 Oktober 2022 18:20 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi (dua kiri) saat meninjai proyek Kereta Api Makassar -Parepare.ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel
Makassar (ANTARA) - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Arafah mengatakan pengoperasian kereta api secara terbatas di wilayah itu segera dilakukan
"Rencana Pak Gubernur bersama Kepala Balai Kereta Api akan melakukan pengoperasian terbatas pada 29 Oktober 2022,” kata Muhammad Arafah dalam keterangannya yang diterima di Makassar, Kamis.
Ia mengatakan pengoperasian secara terbatas untuk publik dengan rute Barru-Parepare, yang untuk tahap pertama akan diawali dengan dengan jarak sepanjang 50 kilometer.
Jalur tahap I ini menghubungkan dari Pelabuhan Garongkong, di Kabupaten Barru sampai dengan ke Stasiun Mangilu di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Arafah mengungkapkan alasan pengoperasian terbatas ini, yakni salah satunya karena sarananya belum siap, seperti gerbong yang digunakan ini telah dimodifikasi sambil menunggu datang gerbong yang baru.
"Saat ini masih menggunakan gerbong penumpang, dengan jumlah penumpang 80-100. Gerbong yang baru informasinya baru dapat digunakan pada Januari nanti, rencananya dua gerbong," jelasnya.
Arafah menyebutkan saat ini proses konstruksi untuk jalur Pangkep dan Maros sementara dikerjakan. Adapun panjang rute Maros-Pangkep sekitar 70 kilometer.
Ia pun menyebut Balai Pengelola Kereta Api Sulsel telah memastikan semua persiapan. Termasuk pengecekan kelayakan tim dari PT KAI.
Selain sebagai kereta penumpang, Kereta Api transSulsel ini juga akan dijadikan sebagai kereta wisata.
Oleh karena itu, ia meminta agar tempat-tempat wisata yang ada di jalur kereta tersebut untuk dikembangkan, seperti Rammang-Rammang di Kabupaten Maros.
"Rencana Pak Gubernur bersama Kepala Balai Kereta Api akan melakukan pengoperasian terbatas pada 29 Oktober 2022,” kata Muhammad Arafah dalam keterangannya yang diterima di Makassar, Kamis.
Ia mengatakan pengoperasian secara terbatas untuk publik dengan rute Barru-Parepare, yang untuk tahap pertama akan diawali dengan dengan jarak sepanjang 50 kilometer.
Jalur tahap I ini menghubungkan dari Pelabuhan Garongkong, di Kabupaten Barru sampai dengan ke Stasiun Mangilu di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Arafah mengungkapkan alasan pengoperasian terbatas ini, yakni salah satunya karena sarananya belum siap, seperti gerbong yang digunakan ini telah dimodifikasi sambil menunggu datang gerbong yang baru.
"Saat ini masih menggunakan gerbong penumpang, dengan jumlah penumpang 80-100. Gerbong yang baru informasinya baru dapat digunakan pada Januari nanti, rencananya dua gerbong," jelasnya.
Arafah menyebutkan saat ini proses konstruksi untuk jalur Pangkep dan Maros sementara dikerjakan. Adapun panjang rute Maros-Pangkep sekitar 70 kilometer.
Ia pun menyebut Balai Pengelola Kereta Api Sulsel telah memastikan semua persiapan. Termasuk pengecekan kelayakan tim dari PT KAI.
Selain sebagai kereta penumpang, Kereta Api transSulsel ini juga akan dijadikan sebagai kereta wisata.
Oleh karena itu, ia meminta agar tempat-tempat wisata yang ada di jalur kereta tersebut untuk dikembangkan, seperti Rammang-Rammang di Kabupaten Maros.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Malam pergantian tahun, Polda-Pemkot Makassar sepakati tak ada pesta kembang api
28 December 2025 21:01 WIB
Wali Kota Makassar mengajak ASN hidupkan api perjuangan di peringatan Hari Pahlawan
10 November 2025 14:54 WIB
Bambang Haryo apresiasi rencana Prabowo bangun jalur kereta api di luar Jawa
05 November 2025 10:27 WIB
Calon penumpang kereta tetap bisa lakukan perjalanan walau KTP hilang, ini syaratnya
23 August 2025 6:19 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB