Lapas Perempuan Gowa berikan keterampilan cara membuat roti kepada WBP
Jumat, 13 Januari 2023 14:39 WIB
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Sungguminasa, Gowa, sedang membuat roti untuk bekal setelah bebas, Jumat (13/1/2023). ANTARA/HO-LPP Sungguminasa.
Gowa (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Sungguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan, memberikan keterampilan membuat roti kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) agar bisa menjadi bekal dan menjadi wirausaha setelah bebas.
Plt Kepala LPP Sungguminasa Yohani di Gowa, Jumat, mengatakan salah satu pembinaan kemandirian yang diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Perempuan Sungguminasa adalah membuat roti.
"Produksi roti ini sebagai bentuk realisasi dari pelatihan yang diberikan oleh IVI Management beberapa waktu lalu. Sebanyak 6 orang WBP dipilih untuk membuat roti dan kemudian, dilakukan uji coba pembuatan roti selama beberapa hari dan selanjutnya mulai dipasarkan," ujarnya.
Ada beberapa prasarana yang digunakan dalam produksi roti yakni satu unit oven inventaris tata boga dan satu unit mixer bantuan dari Tim PKK Gubernur Sulawesi Selatan.
Dalam sehari, WBP mampu memproduksi 162 buah roti dengan menggunakan 4 kg tepung terigu. Roti tersebut menghasilkan beragam varian seperti rasa cokelat, cokelat pisang, keju, cokelat keju, abon dan sosis.
Roti tersebut kemudian dipasarkan di dalam Lapas, cafe dan warga sekitar Lapas baik secara luring maupun daring.
"Roti dipasarkan secara online oleh staf Giatja selaku pengelola tata boga. Juga didistribusikan ke rekan-rekan instansi kerja sama seperti instansi perbankan. via online, produk ini juga dipasarkan melalui Aplikasi Instagram Giatja LPP Sungguminasa," katanya.
Tidak hanya memproduksi roti, unit tata boga juga membuat kue kering dengan cita rasa yang lezat dan telah banyak menerima pesanan seperti saat perayaan Natal baru-baru ini.
"Keuntungan bersih dari pembuatan roti ini bisa mencapai Rp120.000 per hari atau dalam 1 bulan bisa mencapai sekitar Rp3 juta," tutur dia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Kakanwil Kemenkumham Sulsel), Liberti Sitinjak mengapresiasi kegiatan pembinaan ini dan menurutnya, pembinaan ini dapat meningkatkan keterampilan WBP.
"Keterampilan ini dapat menjadi bekal dan keahlian khusus bagi WBP Tersebut. Diharapkan, keterampilan seperti ini dapat dimiliki oleh semua WBP di Lapas Perempuan Sungguminasa," ujar Liberti.
Menurut dia, buah dari kerja sama yang luar biasa dengan instansi eksternal dan Lapas Perempuan Sungguminasa bisa menjadi contoh bagi Lapas dan Rutan se Sulsel agar warga binaan produktif selama menjalani pidananya.
Plt Kepala LPP Sungguminasa Yohani di Gowa, Jumat, mengatakan salah satu pembinaan kemandirian yang diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Perempuan Sungguminasa adalah membuat roti.
"Produksi roti ini sebagai bentuk realisasi dari pelatihan yang diberikan oleh IVI Management beberapa waktu lalu. Sebanyak 6 orang WBP dipilih untuk membuat roti dan kemudian, dilakukan uji coba pembuatan roti selama beberapa hari dan selanjutnya mulai dipasarkan," ujarnya.
Ada beberapa prasarana yang digunakan dalam produksi roti yakni satu unit oven inventaris tata boga dan satu unit mixer bantuan dari Tim PKK Gubernur Sulawesi Selatan.
Dalam sehari, WBP mampu memproduksi 162 buah roti dengan menggunakan 4 kg tepung terigu. Roti tersebut menghasilkan beragam varian seperti rasa cokelat, cokelat pisang, keju, cokelat keju, abon dan sosis.
Roti tersebut kemudian dipasarkan di dalam Lapas, cafe dan warga sekitar Lapas baik secara luring maupun daring.
"Roti dipasarkan secara online oleh staf Giatja selaku pengelola tata boga. Juga didistribusikan ke rekan-rekan instansi kerja sama seperti instansi perbankan. via online, produk ini juga dipasarkan melalui Aplikasi Instagram Giatja LPP Sungguminasa," katanya.
Tidak hanya memproduksi roti, unit tata boga juga membuat kue kering dengan cita rasa yang lezat dan telah banyak menerima pesanan seperti saat perayaan Natal baru-baru ini.
"Keuntungan bersih dari pembuatan roti ini bisa mencapai Rp120.000 per hari atau dalam 1 bulan bisa mencapai sekitar Rp3 juta," tutur dia.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Kakanwil Kemenkumham Sulsel), Liberti Sitinjak mengapresiasi kegiatan pembinaan ini dan menurutnya, pembinaan ini dapat meningkatkan keterampilan WBP.
"Keterampilan ini dapat menjadi bekal dan keahlian khusus bagi WBP Tersebut. Diharapkan, keterampilan seperti ini dapat dimiliki oleh semua WBP di Lapas Perempuan Sungguminasa," ujar Liberti.
Menurut dia, buah dari kerja sama yang luar biasa dengan instansi eksternal dan Lapas Perempuan Sungguminasa bisa menjadi contoh bagi Lapas dan Rutan se Sulsel agar warga binaan produktif selama menjalani pidananya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Sulbar skrining HIV dan hepatitis warga binaan Lapas Perempuan Mamuju
22 December 2025 5:59 WIB
Kemenkumham Sulsel ajak kaum perempuan Indonesia terus berkarya dan mandiri
22 December 2023 15:30 WIB, 2023
Kakanwil Kemenkumham Sulsel tekankan pegawai profesional beri pelayanan publik
10 July 2023 16:26 WIB, 2023
Direktur Binapi Kemenkumham berikan motivasi kepada napi Lapas Perempuan Kendari
01 April 2023 17:17 WIB, 2023
Kejati Sulbar tetapkan tersangka baru kasus korupsi pembangunan LPP Mamuju
24 May 2022 19:36 WIB, 2022
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Hari lahir Pancasila, Rektor Unhas tegaskan peran kampus menjaga nilai kebangsaan
01 June 2026 18:53 WIB