30 Warga Mamuju Terserang Deman Berdarah
Senin, 18 Maret 2013 20:13 WIB
Ilustrasi
Mamuju (Antara News) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, mencatat hingga medio Maret ini telah menemukan sedikitnya 30 warga positif terserang penyakit deman berdarah dengue (DBD).
"Sejak Januari hingga Maret ini telah ditemukan sekitar 30 orang terjangkit DBD. Catatan ini berdasarkan hasil laporan 35 puskesmas yang tersebar di Mamuju," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Mamuju, dr.Hajrah di Mamuju, Senin.
Menurutnya, jumlah penderita DBD ini diprediksi cukup besar apabila dibandingkan kondisi tahun sebelumnya.
"Penderitan DBD tahun lalu hanya berkisar 45 orang dari Januari hingga Desember 2012. Sekarang ini jumlah penderita telah mencapai angka 30 orang. Ini berpeluang bertambah karena masih ada rentang waktu selama sembilan bulan kedepan," jelasnya.
Meski penyakit DBD ini merebak kata dia, namun pemerintah belum dapat menetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa). Sebab, untuk menetapkan KLB maka penyebarannya luas mencapai 100 hingga 300 persen dari tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi merebaknya penyakit DBD kata dia, maka pemerintah telah mengintensifkan "fogging" atau pengasapan nyamuk di beberapa kecamatan yang terserang penyakit DBD.
"Pemerintah sudah mengintensifkan fogging termasuk di Kecamatan Kalukku karena daerah itu terbilang tinggi penyebaran penyakit DBD,"katanya.
Ia menyampaikan, jika penyebaran DBD sangat rentang terjadi disejumlah kecamatan di Kabupaten Mamuju, karena daerah ini banyak rawa yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebar penyakit DBD, sehingga mesti diantisipasi serius.
Hajrah juga menyampaikan, saat ini Dinkes juga gencar melakukan sosialisasi dengan cara mengumumkan di beberapa mesjid terkait cara pencegahan munculnya DB yang dapat dilakukan oleh warga, yakni dengan rutin menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, serta mengubur kaleng bekas yang ada di sekitar rumah.
Selain itu kata dia, cara alami yang juga dapat dilakukan oleh warga dalam pencegahan DBD adalah dengan memelihara ikan pemakan jentik dan bakteri, sehingga kehadiran nyamuk bisa ditekan.
"Kami berharap upaya pencegahan DBD dapat didukung oleh masyarakat dengan cara mengikuti cara pencegahan yang kami umumkan di beberapa mesjid sebab yang akan merasakan manfaatnya adalah warga sendiri,"pungkasnya.
Editor : ES Syafei
"Sejak Januari hingga Maret ini telah ditemukan sekitar 30 orang terjangkit DBD. Catatan ini berdasarkan hasil laporan 35 puskesmas yang tersebar di Mamuju," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Mamuju, dr.Hajrah di Mamuju, Senin.
Menurutnya, jumlah penderita DBD ini diprediksi cukup besar apabila dibandingkan kondisi tahun sebelumnya.
"Penderitan DBD tahun lalu hanya berkisar 45 orang dari Januari hingga Desember 2012. Sekarang ini jumlah penderita telah mencapai angka 30 orang. Ini berpeluang bertambah karena masih ada rentang waktu selama sembilan bulan kedepan," jelasnya.
Meski penyakit DBD ini merebak kata dia, namun pemerintah belum dapat menetapkan status KLB (Kejadian Luar Biasa). Sebab, untuk menetapkan KLB maka penyebarannya luas mencapai 100 hingga 300 persen dari tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi merebaknya penyakit DBD kata dia, maka pemerintah telah mengintensifkan "fogging" atau pengasapan nyamuk di beberapa kecamatan yang terserang penyakit DBD.
"Pemerintah sudah mengintensifkan fogging termasuk di Kecamatan Kalukku karena daerah itu terbilang tinggi penyebaran penyakit DBD,"katanya.
Ia menyampaikan, jika penyebaran DBD sangat rentang terjadi disejumlah kecamatan di Kabupaten Mamuju, karena daerah ini banyak rawa yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebar penyakit DBD, sehingga mesti diantisipasi serius.
Hajrah juga menyampaikan, saat ini Dinkes juga gencar melakukan sosialisasi dengan cara mengumumkan di beberapa mesjid terkait cara pencegahan munculnya DB yang dapat dilakukan oleh warga, yakni dengan rutin menguras bak mandi, menutup rapat tempat penampungan air, serta mengubur kaleng bekas yang ada di sekitar rumah.
Selain itu kata dia, cara alami yang juga dapat dilakukan oleh warga dalam pencegahan DBD adalah dengan memelihara ikan pemakan jentik dan bakteri, sehingga kehadiran nyamuk bisa ditekan.
"Kami berharap upaya pencegahan DBD dapat didukung oleh masyarakat dengan cara mengikuti cara pencegahan yang kami umumkan di beberapa mesjid sebab yang akan merasakan manfaatnya adalah warga sendiri,"pungkasnya.
Editor : ES Syafei
Pewarta : Aco Ahmad
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menyapa Michael Van Der Mark, pebalap berdarah Indonesia yang doyan Indomie
20 November 2021 10:32 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Pembangunan Masjid Negara IKN capai 98,4 persen siap digunakan Shalat Id 1447 H
03 February 2026 15:16 WIB