Logo Header Antaranews Makassar

Pencarian nelayan hilang di perairan Majene dihentikan

Rabu, 4 Februari 2026 19:54 WIB
Image Print
Kepala Kantor Basarnas Mamuju Mahmud Afandi. ANTARA/HO-Basarnas Mamuju

Mamuju (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas/Kansar) Mamuju Provinsi Sulawesi Barat secara resmi menghentikan pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Majene.

"Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan bernama Muhammad Rifai (32), hari ini resmi ditutup," kata Kepala Kantor Basarnas Mamuju Mahmud Afandi di Mamuju, Rabu.

Pada hari ketujuh pelaksanaan operasi, Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian sejak pukul 07.00 WITA dengan menyisir area seluas 96 mil laut menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dan perahu karet.

Selain itu, kata Mahmud Afandi, koordinasi juga dilakukan dengan para nelayan yang melintas di perairan Majene untuk memantau kemungkinan adanya tanda-tanda korban.

Namun, hingga pukul 14.30 WITA, hasil pencarian masih nihil. "Berdasarkan laporan Tim Rescue Pos Siaga SAR Majene serta hasil monitoring kapal-kapal yang melintas, tidak ditemukan indikasi keberadaan korban," ujar Mahmud Afandi.

Selanjutnya, pada pukul 15.00 WITA, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing dan evaluasi, dan pada pukul 16.00 WITA disepakati untuk menutup operasi SAR dengan hasil korban dinyatakan hilang.

Walaupun secara resmi pencarian telah dihentikan, pihak SAR akan tetap melakukan pemantauan terhadap setiap laporan dari nelayan maupun masyarakat apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di kemudian hari.

"Walaupun secara resmi operasi pencarian dihentikan, kami tetap memantau setiap laporan dari masyarakat jika melihat tanda-tanda keberadaan nelayan hilang tersebut," kata Mahmud Afandi.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada unsur SAR yang terlibat dalam upaya pencarian terhadap nelayan hilang tersebut, di antaranya dari Pos Siaga SAR Majene, TNI AL, Polsek Tubo Sendana, BPBD Majene, Mapala Unsulbar, serta masyarakat setempat.

"Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan masyarakat yang telah terlibat dan berpartisipasi aktif selama proses pencarian berlangsung," kata Mahmud Afandi.

Muhammad Rifai (32), dilaporkan hilang setelah terjatuh dari kapal saat melaut di perairan Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, pada Jumat (30/1).

Setelah menerima laporan terkait hilangnya nelayan tersebut, Kantor Basarnas Mamuju segera mengerahkan tim rescue bersama sejumlah peralatan SAR untuk melakukan upaya pencarian.

Namun, hingga hari ketujuh pencairan dan hasilnya nihil, Tim SAR gabungan akhirnya menutup secara resmi upaya pencarian terhadap nelayan tersebut.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026