Mendikbudristek: 90.000 mahasiswa terlibat Program Kampus Mengajar sejak 2020
Sabtu, 18 Februari 2023 10:21 WIB
Tangkapan layar Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim di Jakarta, Sabtu (18/2/2023). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyebutkan sebanyak 90.000 mahasiswa telah terlibat dalam Program Kampus Mengajar sejak 2020 hingga angkatan ke-5 dan berkesempatan mengajar di lebih dari 20.000 SD dan SMP.
“Menurut saya, para mahasiswa yang terlibat di Kampus Mengajar adalah yang paling berani meninggalkan zona nyaman untuk berkontribusi. Ini benar-benar luar biasa,” katanya di Jakarta, Sabtu.
Untuk Program Kampus Mengajar angkatan ke-5 yang saat ini sedang berlangsung melibatkan 21.045 mahasiswa yang mengajar di 5.093 sekolah di Indonesia. Kehadiran para mahasiswa di ruang-ruang kelas pembelajaran ini ternyata mendapatkan respon yang sangat positif dari para kepala sekolah.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada angkatan sebelumnya, dari 2.668 kepala sekolah yang menjadi responden ternyata sebanyak 93,6 persen diantaranya merasa puas dengan rincian 47,9 persen merasa puas dan 45,7 persen sangat puas.
Selain itu kontribusi Program Kampus Mengajar yang dinilai paling membantu adalah inisiatif-inisiatif yang diberikan mahasiswa untuk pengembangan literasi dan numerasi bagi siswa yaitu dinyatakan oleh sebanyak 79,4 persen responden.
Tak hanya inisiatif mahasiswa, kata dia, ternyata kesediaan mahasiswa untuk berkoordinasi dengan guru pendamping selama pelaksanaan program juga dinilai paling membantu yakni dinyatakan oleh 18,2 persen responden.
Berbagai catatan praktik baik pun menjadi modal besar dalam menyongsong penugasan mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan ke-5 yang akan dimulai pada 20 Februari hingga 9 Juni 2023 mendatang.
Setelah berhasil menyelesaikan penugasan, mahasiswa kemudian akan mendapatkan rekognisi maksimal 20 SKS sebagai pengakuan atas hasil belajar yang didapatkan selama mengikuti program.
“Pelaksanaan Kampus Mengajar untuk angkatan ke-5 ini diharapkan mampu menjaga tren positif dan terus memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia di tingkat pendidikan dasar,” kata Nadiem Makarim.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Nadiem: Sebanyak 90.000 mahasiswa terlibat Program Kampus Mengajar
“Menurut saya, para mahasiswa yang terlibat di Kampus Mengajar adalah yang paling berani meninggalkan zona nyaman untuk berkontribusi. Ini benar-benar luar biasa,” katanya di Jakarta, Sabtu.
Untuk Program Kampus Mengajar angkatan ke-5 yang saat ini sedang berlangsung melibatkan 21.045 mahasiswa yang mengajar di 5.093 sekolah di Indonesia. Kehadiran para mahasiswa di ruang-ruang kelas pembelajaran ini ternyata mendapatkan respon yang sangat positif dari para kepala sekolah.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada angkatan sebelumnya, dari 2.668 kepala sekolah yang menjadi responden ternyata sebanyak 93,6 persen diantaranya merasa puas dengan rincian 47,9 persen merasa puas dan 45,7 persen sangat puas.
Selain itu kontribusi Program Kampus Mengajar yang dinilai paling membantu adalah inisiatif-inisiatif yang diberikan mahasiswa untuk pengembangan literasi dan numerasi bagi siswa yaitu dinyatakan oleh sebanyak 79,4 persen responden.
Tak hanya inisiatif mahasiswa, kata dia, ternyata kesediaan mahasiswa untuk berkoordinasi dengan guru pendamping selama pelaksanaan program juga dinilai paling membantu yakni dinyatakan oleh 18,2 persen responden.
Berbagai catatan praktik baik pun menjadi modal besar dalam menyongsong penugasan mahasiswa Program Kampus Mengajar Angkatan ke-5 yang akan dimulai pada 20 Februari hingga 9 Juni 2023 mendatang.
Setelah berhasil menyelesaikan penugasan, mahasiswa kemudian akan mendapatkan rekognisi maksimal 20 SKS sebagai pengakuan atas hasil belajar yang didapatkan selama mengikuti program.
“Pelaksanaan Kampus Mengajar untuk angkatan ke-5 ini diharapkan mampu menjaga tren positif dan terus memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia di tingkat pendidikan dasar,” kata Nadiem Makarim.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Nadiem: Sebanyak 90.000 mahasiswa terlibat Program Kampus Mengajar
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mendikdasmen : Guru PPPK bisa mengajar di sekolah swasta mulai 2025
26 November 2024 20:48 WIB, 2024
Guru di Sulsel terapkan teknologi AI bangun pemahaman Analitis-Logis siswa
25 November 2024 18:41 WIB, 2024
Prabowo berharap India kirim profesor dan dokter mengajar di Prguruan Tinggi Indonesia
19 November 2024 11:43 WIB, 2024
Lima dosen Unismuh lolos "reviewer" program Praktisi Mengajar Kemdikbudristek
22 February 2024 15:52 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Hujan dan hujan petir berpoptensi dominasi guyur kota besar, Makassar gerimis
30 January 2026 6:46 WIB
Pemprov Sulbar perkuat upaya pencegahan paham IRET lewat pendekatan berbasis regulasi
30 January 2026 5:31 WIB