BMKG: Siklon tropis Herman di Samudera Hindia berpotensi pengaruhi cuaca beberapa wilayah
Kamis, 30 Maret 2023 17:38 WIB
Tangkapan layar citra satelit yang dipublikasikan BMKG menunjukkan siklon tropis Herman terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Banten, Kamis (30/3/2023). (ANTARA/HO-BMKG)
Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan siklon tropis Herman di Samudera Hindia sebelah selatan Banten berpotensi memengaruhi cuaca di beberapa wilayah di Indonesia.
Deputi Meteorologi BMKG Guswanto di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa siklon tropis Herman terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Banten, tepatnya sekitar 14,4 lintang selatan dan 103,0 bujur timur dengan kecepatan angin maksimum 55 knot dan tekanan udara minimum sebesar 987 milibar (mb).
"Diperkirakan intensitas siklon tropis Herman menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah timur-tenggara menjauhi Indonesia," katanya.
Ia mengemukakan, dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan, yakni hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
Ia menambahkan, angin kencang mencapai 25 knot berpotensi terjadi di wilayah pesisir barat Bengkulu, pesisir barat dan selatan Lampung, pesisir barat dan selatan Banten, dan pesisir selatan Jawa Barat.
Guswanto juga menyampaikan bahwa siklon tropis itu juga berpotensi memicu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Teluk Lampung, perairan Bengkulu, dan perairan selatan Jawa Timur.
Sementara gelombang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan barat Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, dan Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur. Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Siklon tropis Herman berpotensi pengaruhi cuaca beberapa wilayah
Deputi Meteorologi BMKG Guswanto di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa siklon tropis Herman terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Banten, tepatnya sekitar 14,4 lintang selatan dan 103,0 bujur timur dengan kecepatan angin maksimum 55 knot dan tekanan udara minimum sebesar 987 milibar (mb).
"Diperkirakan intensitas siklon tropis Herman menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah timur-tenggara menjauhi Indonesia," katanya.
Ia mengemukakan, dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia dalam 24 jam ke depan, yakni hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, dan Jawa Barat.
Ia menambahkan, angin kencang mencapai 25 knot berpotensi terjadi di wilayah pesisir barat Bengkulu, pesisir barat dan selatan Lampung, pesisir barat dan selatan Banten, dan pesisir selatan Jawa Barat.
Guswanto juga menyampaikan bahwa siklon tropis itu juga berpotensi memicu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter di Teluk Lampung, perairan Bengkulu, dan perairan selatan Jawa Timur.
Sementara gelombang lebih tinggi di kisaran 2,5-4 meter berpotensi terjadi di perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan barat Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Teluk Lampung bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, dan Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Timur. Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BMKG: Siklon tropis Herman berpotensi pengaruhi cuaca beberapa wilayah
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Siklon Tropis Nokaen di perairan Indonesia picu hujan dan gelombang laut tinggi
16 January 2026 5:38 WIB
Siklon jenna, picu potensi gelombang tinggi hingga enam meter di perairan Indonesia
07 January 2026 12:18 WIB
Awal 2026, Hujan lebat dan sangat lebat berpotensi landa sejumlah wilayah Indonesia
01 January 2026 8:10 WIB
Korban tewas banjir bandang Sri Lanka bertambah jadi 334 jiwa, 370 orang hilang
01 December 2025 10:53 WIB