Bappeda: Angka pernikahan dini di Sulbar mencapai 11,70 persen
Sabtu, 15 April 2023 0:51 WIB
Rapat koordinasi pemerintah Sulbar dan pemerintah kabupaten Mamuju dalam upaya penanganan stunting di Mamuju, Jumat (14/4/2023) ANTARA Foto/ M Faisal Hanapi
Mamuju (ANTARA) - Angka pernikahan anak usia dini di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mencapai 11,70 persen, sehingga dinilai menjadi penghambat pemerintah dalam melakukan penanganan stunting.
"Angka pernikahan dini di Sulbar mencapai 11,70 persen atau berada pada posisi ke delapan dari seluruh Provinsi di Indonesia dan menjadi penghambat dalam upaya menekan stunting," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Sulbar (Bappeda) Provinsi Sulbar, Junda Maulana, di di Mamuju, Jumat.
Kepala Bappeda Sulbar mengatakan, itu pada rapat koordinasi penanganan stunting di Kabupaten Mamuju.
Ia mengatakan, diperlukan langkah kolaborasi dari semua stakeholders maupun pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk menekan angka pernikahan usia dini di Sulbar.
"Pernikahan anak usia dini salah satu faktor pendorong tingginya resiko meningkatnya angka prevalensi stunting, sehingga pemerintah Sulbar juga melibatkan lintas sektor yakni tokoh agama dan tokoh masyarakat maupun TNI dan Polri, serta pemuda dan kaum perempuan, untuk penanganan pernikahan dini tersebut," katanya.
Sementara itu asisten II bidang ekonomi pembangunan Sekretariat kabupaten mamuju, Dr Hj Khatma Ahmad, juga menyampaikan koreksi secara tegas terhadap pola penanganan stunting di kabupaten Mamuju.
"Kurangnya sinergi dan kolaborasi dari semua stkeholders terkait di Mamujddanda seakan hanya berjalan parsial, juga perlu dievaluasi dalam upaya penanganan stunting di Mamuju," katanya.
Ia mengatakan, adanya kegiatan dari Dinas ketahanan Kabupaten Mamuju, berupa pemberian bantuan pangan bagi anak stunting yang dinilainya belum berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya, sehingga program penanganan stunting masih berjalan sendiri-sendiri.
Sehingga ia berharap, agar segala kelemahan penanganan stunting di Mamuju mesti dilakukan evaluasi sehingga upaya penanganan stunting dapat diwujudkan.
stunting di Sulbar yang angkanya masih mencapai 33,8 persen berdasarkan hasil studi status gizi (SDGI).
Menurut dia, kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulbar adalah Kabupaten Polman mencapai 36 persen kemudian disusul Kabupaten Majene mencapai 35,7 persen
Selain itu, Kabupaten Mamasa 33,7 persen, Kabupaten Mamuju 30,3 persen, Kabupaten Pasangkayu 28,6 persen.
"Angka pernikahan dini di Sulbar mencapai 11,70 persen atau berada pada posisi ke delapan dari seluruh Provinsi di Indonesia dan menjadi penghambat dalam upaya menekan stunting," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Sulbar (Bappeda) Provinsi Sulbar, Junda Maulana, di di Mamuju, Jumat.
Kepala Bappeda Sulbar mengatakan, itu pada rapat koordinasi penanganan stunting di Kabupaten Mamuju.
Ia mengatakan, diperlukan langkah kolaborasi dari semua stakeholders maupun pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk menekan angka pernikahan usia dini di Sulbar.
"Pernikahan anak usia dini salah satu faktor pendorong tingginya resiko meningkatnya angka prevalensi stunting, sehingga pemerintah Sulbar juga melibatkan lintas sektor yakni tokoh agama dan tokoh masyarakat maupun TNI dan Polri, serta pemuda dan kaum perempuan, untuk penanganan pernikahan dini tersebut," katanya.
Sementara itu asisten II bidang ekonomi pembangunan Sekretariat kabupaten mamuju, Dr Hj Khatma Ahmad, juga menyampaikan koreksi secara tegas terhadap pola penanganan stunting di kabupaten Mamuju.
"Kurangnya sinergi dan kolaborasi dari semua stkeholders terkait di Mamujddanda seakan hanya berjalan parsial, juga perlu dievaluasi dalam upaya penanganan stunting di Mamuju," katanya.
Ia mengatakan, adanya kegiatan dari Dinas ketahanan Kabupaten Mamuju, berupa pemberian bantuan pangan bagi anak stunting yang dinilainya belum berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya, sehingga program penanganan stunting masih berjalan sendiri-sendiri.
Sehingga ia berharap, agar segala kelemahan penanganan stunting di Mamuju mesti dilakukan evaluasi sehingga upaya penanganan stunting dapat diwujudkan.
stunting di Sulbar yang angkanya masih mencapai 33,8 persen berdasarkan hasil studi status gizi (SDGI).
Menurut dia, kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulbar adalah Kabupaten Polman mencapai 36 persen kemudian disusul Kabupaten Majene mencapai 35,7 persen
Selain itu, Kabupaten Mamasa 33,7 persen, Kabupaten Mamuju 30,3 persen, Kabupaten Pasangkayu 28,6 persen.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gubernur Sulbar luncurkan pelayanan rujukan stunting terpadu di RSUD Mamuju
23 December 2025 19:31 WIB
Pemprov Sulbar libatkan perusahaan tangani stunting dan kemiskinan ekstrem
04 December 2025 5:07 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB
Pemprov Sulsel percepat perbaikan ruas jalan Kalosi--Cece dan Malauwe--Surakan di Enrekang
25 January 2026 6:07 WIB
Kemenkum dan Kemenham Sulbar sinergi perkuat perlindungan kekayaan intelektual
24 January 2026 18:43 WIB