
Pemkab Gowa berhasil turunkan prevalensi stunting menjadi 17 persen

Gowa (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan berhasil menurunkan angka prevalensi stunting dari 21,1 persen menjadi 17 persen berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, drg Abd Haris di Gowa, Sabtu, mengatakan, keberhasilan Kabupaten Gowa menurunkan angka prevalensi stunting tersebut berkat adanya kolaborasi dengan semua pihak.
"Kita punya arah dan target, semua pihak dilibatkan dalam menurunkan angka stunting hingga ke zero stunting," ujarnya.
Abd Haris mengatakan, pencapaian Kabupaten Gowa yang mampu menurunkan angka prevalensi stunting itu kemudian diganjar penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kabupaten Gowa berhasil meraih Peringkat I Kategori Kabupaten dengan progres Penurunan Stunting Terbaik serta Peringkat III Kategori Kabupaten dengan Pelaksanaan Inovasi Aksi Stop Stunting Terbaik dari Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan.
Abd Haris mengungkapkan pencapaian peringkat pertama itu merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor dalam menekan angka stunting di Kabupaten Gowa.
Upaya tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, melalui pelaksanaan intervensi spesifik dan intervensi sensitif, serta penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di seluruh tingkatan.
Selain penurunan prevalensi, pada Kategori Inovasi Aksi Stop Stunting Terbaik, Kabupaten Gowa berhasil menjadi yang terbaik ketiga karena dinilai berhasil menjalankan program inovasi Aksi Stop Stunting (ASS) yang merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Dimana dalam pelaksanaannya, setiap kabupaten/kota menetapkan 21 desa lokus, dengan sasaran intervensi 30 balita dan 2 ibu hamil di masing-masing desa.
Program ASS juga diperkuat dengan penempatan Pendamping Gizi Desa yang direkrut secara khusus, serta melibatkan kader pendamping dan Tim Penggerak PKK.
Intervensi dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil bermasalah gizi, serta pendampingan berkelanjutan di tingkat desa.
“Ke depan kami menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14 persen. Upaya ini akan terus dilakukan melalui intervensi spesifik dan sensitif dengan peningkatan kualitas layanan, serta pencegahan lahirnya kasus stunting baru," ucapnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor:
Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
