Gorontalo Siap Capai Target Pengurangan Emisi
Senin, 10 Juni 2013 13:53 WIB
Gorontalo (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Provinsi Gorontalo siap mencapai target pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Indonesia sebesar 26 persen pada 2020.
Kepala Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi (Balihristi) Provinsi Gorontalo, Nontje Lakadjo mengatakan setiap tahun pemprov melakukan pengembangan inventarisasi gas rumah kaca di daerah tersebut.
"Yang paling utama dalam mencapai target ini adalah koordinasi dengan pemerintah kabupaten kota, mengenai pelaksanaan dan laporan inventarisasi gas rumah kaca yang sudah dilakukan," katanya, Senin.
Ia menjelaskan, Indonesia menargetkan pengurangan emisi GRK sebesar 26 persen tersebut dari sumber-sumber pendanaan dalam negeri. Bila menggunakan sumber pendanaan dari luar negeri, maka target tersebut menjadi 41 persen sesuai dengan pertemuan G-20 di Pittsburgh, Amerika Serikat pada 25 September 2009.
Sementara itu, Sekda Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa menjelaskan masalah emisi GRK sangat strategis dibahas dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah, mengingat terjadinya perubahan iklim belakangan ini.
"Gorontalo sekarang harusnya sudah musim kemarau, tapi kenyataannya masih sering banjir. Demikian pula dengan daerah lain. Ini bukti bahwa perubahan iklim benar-benar telah terjadi," ungkapnya.
Perubahan iklim sejauh ini berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat baik di bidang pertanian, perikanan maupun perdagangan. Winarni mencontohkan pada tahun 2006 petani di Gorontalo hanya bisa menanam jagung satu kali akibat terjadinya kemarau panjang.
Selain produksi jagung menurun, pendapatan petani juga anjlok karena seharusnya petani bisa menanam jagung dua kali dalam setahun. E.S. Syafei
Kepala Badan Lingkungan Hidup, Riset dan Teknologi (Balihristi) Provinsi Gorontalo, Nontje Lakadjo mengatakan setiap tahun pemprov melakukan pengembangan inventarisasi gas rumah kaca di daerah tersebut.
"Yang paling utama dalam mencapai target ini adalah koordinasi dengan pemerintah kabupaten kota, mengenai pelaksanaan dan laporan inventarisasi gas rumah kaca yang sudah dilakukan," katanya, Senin.
Ia menjelaskan, Indonesia menargetkan pengurangan emisi GRK sebesar 26 persen tersebut dari sumber-sumber pendanaan dalam negeri. Bila menggunakan sumber pendanaan dari luar negeri, maka target tersebut menjadi 41 persen sesuai dengan pertemuan G-20 di Pittsburgh, Amerika Serikat pada 25 September 2009.
Sementara itu, Sekda Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa menjelaskan masalah emisi GRK sangat strategis dibahas dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah, mengingat terjadinya perubahan iklim belakangan ini.
"Gorontalo sekarang harusnya sudah musim kemarau, tapi kenyataannya masih sering banjir. Demikian pula dengan daerah lain. Ini bukti bahwa perubahan iklim benar-benar telah terjadi," ungkapnya.
Perubahan iklim sejauh ini berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat baik di bidang pertanian, perikanan maupun perdagangan. Winarni mencontohkan pada tahun 2006 petani di Gorontalo hanya bisa menanam jagung satu kali akibat terjadinya kemarau panjang.
Selain produksi jagung menurun, pendapatan petani juga anjlok karena seharusnya petani bisa menanam jagung dua kali dalam setahun. E.S. Syafei
Pewarta : Debby Hariyanti Mano
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Propam siapkan sanksi berat bagi anggota polisi bacok polisi di Pohuwato Gorontalo
01 October 2025 12:02 WIB
Viral ucapan akan merampok uang negara, anggota DPRD Gorontalo mengaku tak sadar ucapannya direkam
20 September 2025 20:12 WIB
Basarnas bersiaga penuh usai peringatan dini tsunami diaktifkan pascagempa Rusia
30 July 2025 11:10 WIB
BMKG minta warga jauhi pantai sampai waktu tiba tsunami pascagempa magnitudo 8,7 di Rusia
30 July 2025 11:08 WIB
Bawaslu telusuri isu pengumpulan KTP jelang pilkada ulang Gorontalo Utara
14 April 2025 12:07 WIB, 2025
Oknum guru di Gorontalo jadi tersangka kekerasan seksual, aksinya dipergoki di ruang OSIS
27 March 2025 13:27 WIB, 2025
Enam penerbangan tujuan Manado dialihkan ke Gorontalo akibat cuaca buruk
23 March 2025 14:00 WIB, 2025