Aplikasi pengolahan sampah UKM Unhas meraih Pendanaan PPK Ormawa
Selasa, 4 Juli 2023 11:48 WIB
Tim UKM Start Up Unhas hadirkan aplikasi dan pengolahan sampah yang mendapatkan pendanaan Ormawa.ANTARA/HO-Unhas
Makassar (ANTARA) - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Start Up Unhas dengan judul Rumah Olah, kembali meraih pendanaan pada Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) tahun 2023.
Program PPK Ormawa merupakan kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Ketua Tim Rumah Olah Unhas, Muhammad Alif Maulana di Makassar, Selasa, mengatakan pengabdian ini akan berjalan dalam kurun waktu mulai Juni hingga November 2023.
Rumah Olah menyasar masyarakat Desa Benteng Gajah, Maros, untuk menyalurkan sampahnya ke Rumah Olah yang kemudian diolah menjadi berbagai produk dan disalurkan kembali ke masyarakat.
“Dalam menjalankan program ini, kami melaksanakan beberapa tahapan, mulai dari pengembangan tim pusat pengolahan sampah, pengembangan aplikasi, pemberdayaan pengolahan sampah, proses branding aplikasi, lokakarya, monitoring dan evaluasi hingga perluasan mitra penggunaan aplikasi,” ujar Alif Maulana.
Ia menjelaskan, PPK Ormawa Rumah Olah ini melibatkan 15 anggota UKM Start Up dengan dosen pendamping Sahriyanti Saad S Hut MSi PhD.
Rumah Olah mengusung konsep sistem pengolahan sampah secara sirkular dengan mekanisme pengelolaan menjadi produk akuaponik, pupuk, dan budidaya maggot yang akan kembali didistribusikan kepada masyarakat.
Sebagai UKM yang fokus pada pengembangan entrepreneur berbasis digital, UKM Start Up mewujudkan program Rumah Olah dengan pemanfaatan teknologi aplikasi bernama olah.ind. Aplikasi ini sebagai media yang mempermudah pengumpulan sampah dan distribusi produk olahan yang dihasilkan.
Tidak hanya itu, program Rumah Olah ini menjadi wadah bagi kader UKM dalam meningkatkan kapasitas dalam penerapan pengetahuan terkait bidang ilmu masing-masing anggota. Selain itu, juga menjadi kontribusi UKM Start Up pada penyelesaian masalah di masyarakat serta peningkatan empati sosial bagi anggota.
“Program pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Benteng Gajah, khususnya Karang Taruna sebagai partner kolaborasi kami di desa,” tambah Alif Maulana.
Tahun ini, total subproposal yang dikirim oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia mencapai 2.210. Setelah melalui seleksi yang ketat, terpilih sebanyak 608 subproposal untuk menerapkan program pengabdian, salah satunya adalah UKM Start Up Unhas dengan judul Rumah Olah.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Aplikasi pengolahan sampah UKM Unhas raih Pendanaan PPK Ormawa
Program PPK Ormawa merupakan kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Ketua Tim Rumah Olah Unhas, Muhammad Alif Maulana di Makassar, Selasa, mengatakan pengabdian ini akan berjalan dalam kurun waktu mulai Juni hingga November 2023.
Rumah Olah menyasar masyarakat Desa Benteng Gajah, Maros, untuk menyalurkan sampahnya ke Rumah Olah yang kemudian diolah menjadi berbagai produk dan disalurkan kembali ke masyarakat.
“Dalam menjalankan program ini, kami melaksanakan beberapa tahapan, mulai dari pengembangan tim pusat pengolahan sampah, pengembangan aplikasi, pemberdayaan pengolahan sampah, proses branding aplikasi, lokakarya, monitoring dan evaluasi hingga perluasan mitra penggunaan aplikasi,” ujar Alif Maulana.
Ia menjelaskan, PPK Ormawa Rumah Olah ini melibatkan 15 anggota UKM Start Up dengan dosen pendamping Sahriyanti Saad S Hut MSi PhD.
Rumah Olah mengusung konsep sistem pengolahan sampah secara sirkular dengan mekanisme pengelolaan menjadi produk akuaponik, pupuk, dan budidaya maggot yang akan kembali didistribusikan kepada masyarakat.
Sebagai UKM yang fokus pada pengembangan entrepreneur berbasis digital, UKM Start Up mewujudkan program Rumah Olah dengan pemanfaatan teknologi aplikasi bernama olah.ind. Aplikasi ini sebagai media yang mempermudah pengumpulan sampah dan distribusi produk olahan yang dihasilkan.
Tidak hanya itu, program Rumah Olah ini menjadi wadah bagi kader UKM dalam meningkatkan kapasitas dalam penerapan pengetahuan terkait bidang ilmu masing-masing anggota. Selain itu, juga menjadi kontribusi UKM Start Up pada penyelesaian masalah di masyarakat serta peningkatan empati sosial bagi anggota.
“Program pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat Desa Benteng Gajah, khususnya Karang Taruna sebagai partner kolaborasi kami di desa,” tambah Alif Maulana.
Tahun ini, total subproposal yang dikirim oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia mencapai 2.210. Setelah melalui seleksi yang ketat, terpilih sebanyak 608 subproposal untuk menerapkan program pengabdian, salah satunya adalah UKM Start Up Unhas dengan judul Rumah Olah.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Aplikasi pengolahan sampah UKM Unhas raih Pendanaan PPK Ormawa
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KTT COP30: Indonesia harus lakukan perubahan fundamental untuk merasakan manfaat pendanaan iklim
09 November 2025 0:07 WIB
Kepala BKN apresiasi pendanaan HUT Makassar, Inovasi ini harus jadi contoh nasional
08 November 2025 13:36 WIB
Pakar: Dana bagi hasil cukai MBDK jadi potensi pendanaan DAK di daerah
26 January 2025 9:22 WIB, 2025
Menkes: Keluarnya AS dari WHO tidak banyak dampak ke pendanaan Indonesia
22 January 2025 12:11 WIB, 2025
Kemenhub siapkan pendanaan alternatif untuk meremajakan dan tambah kapal laut
30 December 2024 9:06 WIB, 2024
RI mengantongi pendanaan hijau Rp20,15 triliun dari KfW Jerman untuk sektor kelistrikan
15 November 2024 9:56 WIB, 2024
PSSI sinkronisasi regulasi agar pemda mendanai kompetisi sepak bola sekolah dan amatir
11 June 2024 12:04 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Kemenkum Sulbar perkuat layanan perusahaan perorangan dengan sistem perpajakan
29 January 2026 16:07 WIB