PBB mengecam keras pembunuhan seorang calon presiden Ekuador
Jumat, 11 Agustus 2023 13:37 WIB
Bendera Ekuador (ANTARANews/Grafis/ist)
Toronto (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis (10/8) mengecam pembunuhan seorang calon presiden di Ekuador, menurut pernyataan juru bicara PBB.
"Sekretaris Jenderal PBB mengecam keras pembunuhan terhadap salah satu calon presiden Ekuador, Fernando Villavicencio. Serangan semacam ini merupakan sebuah ancaman besar bagi demokrasi dan mereka yang bertanggung jawab harus diadili," bunyi pernyataan tersebut.
Sekjen Guterres juga menyampaikan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Ekuador, terutama keluarga Villavicencio.
Dalam pernyataan tersebut, Sekjen PBB mengenang pertemuannya dengan Presiden Guillermo Lasso pada 21 Juli yang membahas tentang keamanan di Ekuador yang semakin memburuk, dampak kejahatan terorganisir serta perlunya meningkatkan upaya nasional dan internasional untuk melawannya.
PBB siap untuk terus mendukung otoritas Ekuador dalam hal mengatasi kekerasan sesuai dengan norma dan standar internasional hak asasi manusia, tulis pernyataan tersebut.
Villavicencio ditembak mati pada Rabu saat meninggalkan rapat umum di ibu kota Quito.
Serangan itu berlangsung pukul 18.20 waktu setempat selagi Villavicencio meninggalkan Sekolah Anderson.
Villavicencio, yang dalam jajak pendapat berada di posisi ke-4 dari delapan calon presiden Ekuador, telah membangun kampanye seputar pemberantasan korupsi dan kejahatan.
Sumber: Anadolu
"Sekretaris Jenderal PBB mengecam keras pembunuhan terhadap salah satu calon presiden Ekuador, Fernando Villavicencio. Serangan semacam ini merupakan sebuah ancaman besar bagi demokrasi dan mereka yang bertanggung jawab harus diadili," bunyi pernyataan tersebut.
Sekjen Guterres juga menyampaikan solidaritas kepada pemerintah dan rakyat Ekuador, terutama keluarga Villavicencio.
Dalam pernyataan tersebut, Sekjen PBB mengenang pertemuannya dengan Presiden Guillermo Lasso pada 21 Juli yang membahas tentang keamanan di Ekuador yang semakin memburuk, dampak kejahatan terorganisir serta perlunya meningkatkan upaya nasional dan internasional untuk melawannya.
PBB siap untuk terus mendukung otoritas Ekuador dalam hal mengatasi kekerasan sesuai dengan norma dan standar internasional hak asasi manusia, tulis pernyataan tersebut.
Villavicencio ditembak mati pada Rabu saat meninggalkan rapat umum di ibu kota Quito.
Serangan itu berlangsung pukul 18.20 waktu setempat selagi Villavicencio meninggalkan Sekolah Anderson.
Villavicencio, yang dalam jajak pendapat berada di posisi ke-4 dari delapan calon presiden Ekuador, telah membangun kampanye seputar pemberantasan korupsi dan kejahatan.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DJKN Sulseltrabar paparkan penerimaan pajak dari Bandara Hasanuddin Makassar
28 August 2025 10:43 WIB
Presiden Prabowo lantik Jenderal Tandyo sebagai Wakil Panglima TNI di Batujajar
10 August 2025 12:04 WIB
Panglima TNI menekankan pentingnya interoperabilitas kepada pejabat baru
08 January 2025 0:33 WIB, 2025
Panglima memutasi 101 perwira tinggi, termasuk Kepala BSSN dan Basarnas
05 January 2025 16:09 WIB, 2025
Kapolri berpesan agar Hari Raya Natal jadi momentum rekatkan persatuan
25 December 2024 11:56 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Trump tambah kapal induk ke Timur Tengah jika kesepakatan dengan Iran gagal
11 February 2026 10:51 WIB
Partai LDP pimpinan PM Sanae Takaichi menang pemilu Jepang, kebijakan China tidak berubah
10 February 2026 10:29 WIB