KPA: Perempuan Lebih Berpotensi Tertular HIV/AIDS
Minggu, 1 Desember 2013 23:55 WIB
Warga membagikan selebaran berisi informasi tetang penyakit HIV AIDS memperingati Hari AIDS Sedunia di depan Monumen Mandala, Makassar, Sulsel, Minggu (1/12) ANTARA FOTO/Dewi Fajriani
Makassar (ANTARA Sulsel) - Anggota Komisi Perlindungan HIV/AIDS Kota Parepare, Sulsel, Andi Nila Ridha mengatakan, perempuan lebih berpotensi tertular HIV/AIDS daripada laki-laki.
"Perempuan dapat tertular HIV/AIDS melalui tiga media yakni darah, cairan sperma, serta cairan vagina. Bahkan HIV/AIDS bisa saja dibawa dari pasangannya kemudian menularkan pada bayi dalam kandungannya," kata Andi Nila menanggapi media penyebaran HIV/AIDS di Makassar, Minggu.
Kasus HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Amerika pada 1981, sedang di Indonsia, virus yang menyerang kekebalan tubuh itu mulai muncul di Bali pada 1987. Khusus di Kota Parepare pada posisi Agustus 2013, terdapat 119 laki-laki yang dinyatakan positif HIV.
Menurut dia, meskipun masih dominan kasus HIV dengan gender laki-laki yang muncul ke permukaan, namun perempuan harus lebih waspada, karena media penyebaran virusnya lebih banyak daripada laki-laki.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihaknya gencar menyosialisasikandan memberikan pemahaman terhadap masyarakat, termasuk para pelajar dan mahasiswa tentang bahayanya penularan HIV/AIDS, terutama melalui seks bebas.
"Melalui sosialisasi pada remaja tersebut, diharapkan dapat menekan kasus HIV/AIDS di daerah ini, karena kasus ini memiliki efek gunung es," ujarnya
Arti pernyataan itu, lanjut dia, apabila ditemukan satu atau dua kasus HIV/AIDS di lapangan, maka masih terdapat 10 kali atau 100 kali kelipatannya yang belum ditemukan.
Dengan demikian, penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia itu harus lebih diwaspadai agar tidak menyebar pada anggota keluarga ataupun kerabat," katanya. T Susilo
"Perempuan dapat tertular HIV/AIDS melalui tiga media yakni darah, cairan sperma, serta cairan vagina. Bahkan HIV/AIDS bisa saja dibawa dari pasangannya kemudian menularkan pada bayi dalam kandungannya," kata Andi Nila menanggapi media penyebaran HIV/AIDS di Makassar, Minggu.
Kasus HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Amerika pada 1981, sedang di Indonsia, virus yang menyerang kekebalan tubuh itu mulai muncul di Bali pada 1987. Khusus di Kota Parepare pada posisi Agustus 2013, terdapat 119 laki-laki yang dinyatakan positif HIV.
Menurut dia, meskipun masih dominan kasus HIV dengan gender laki-laki yang muncul ke permukaan, namun perempuan harus lebih waspada, karena media penyebaran virusnya lebih banyak daripada laki-laki.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, pihaknya gencar menyosialisasikandan memberikan pemahaman terhadap masyarakat, termasuk para pelajar dan mahasiswa tentang bahayanya penularan HIV/AIDS, terutama melalui seks bebas.
"Melalui sosialisasi pada remaja tersebut, diharapkan dapat menekan kasus HIV/AIDS di daerah ini, karena kasus ini memiliki efek gunung es," ujarnya
Arti pernyataan itu, lanjut dia, apabila ditemukan satu atau dua kasus HIV/AIDS di lapangan, maka masih terdapat 10 kali atau 100 kali kelipatannya yang belum ditemukan.
Dengan demikian, penyakit yang menyerang kekebalan tubuh manusia itu harus lebih diwaspadai agar tidak menyebar pada anggota keluarga ataupun kerabat," katanya. T Susilo
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Puluhan kios terbakar di pasar Andi Tadda Palopo kerugian ditaksir Rp1 miliar
28 January 2026 12:57 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Wali Kota Makassar: Pembangunan jembatan di Romang Tanganyya agar siswa tidak naik sampan
13 February 2026 20:35 WIB
Wali Kota Makassar minta sekolah perkuat edukasi gizi melalui UKS dan MBG
13 February 2026 17:50 WIB
Kakanwil Kemenkum Sulbar hadiri penutupan lokakarya, semangat implementasi KUHP dan KUHAP baru
13 February 2026 14:17 WIB