Presiden China dan Prancis tekankan solusi konflik Palestina-Israel
Selasa, 21 November 2023 6:37 WIB
Arsip - Presiden China Xi Jinping (kiri) berbincang dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) sebelum mengikuti sesi pembukaan KTT G20 Indonesia 2022 di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Galih Pradipta/wsj. (MEDIA CENTER G20 INDONESIA/GALIH PRADIPTA)
Istanbul (ANTARA) - Presiden China Xi Jinping dan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Senin (20/11) melalui telepon membicarakan konflik Palestina-Israel, dan menekankan bahwa solusi dua-negara harus diwujudkan guna mengakhiri krisis yang kini sedang meningkat.
Kedua pemimpin negara itu meyakini bahwa prioritas utama saat ini adalah bagaimana mencegah konflik Palestina-Israel semakin buruk, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China.
"... terutama dengan kemunculan krisis kemanusiaan yang semakin parah," kata kemenlu China.
Pernyataan itu menyebutkan Xi dan Macron menekankan bahwa solusi dua-negara merupakan kunci untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel.
Pembicaraan melalui telepon itu merupakan yang pertama kalinya dilakukan Xi dengan kepala negara atau kepala pemerintahan suatu negara setelah ia berkunjung ke Amerika Serikat pekan lalu.
Dalam kunjungan di Amerika Serikat, Xi melakukan pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden.
Xi dan Macron sebelumnya juga sudah membahas perang Gaza, yaitu pada kesempatan santap siang di San Francisco, AS, Rabu (14/11) pekan lalu.
Sementara itu pada Senin di Beijing, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyelenggarakan pertemuan para menteri luar negeri negara-negara Muslim.
Pada pertemuan itu, Yu menekankan kepentingan soal perwujudan gencatan senjata di Jalur Gaza.
IIsrael selama ini menepis seruan untuk melakukan gencatan senjata sampai kelompok Palestina, Hamas, mau membebaskan para tawanan.
Xi dan Macron "sepakat untuk melanjutkan komunikasi menyangkut masalah-masalah internasional dan kawasan yang menjadi perhatian bersama, serta berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia," menurut pernyataan tersebut.
Sejak Israel mulai membombardir Gaza pada 7 Oktober usai serangan Hamas, sudah lebih dari 13.000 warga Palestina yang terbunuh, menurut data-data terbaru yang dikeluarkan oleh pihak berwenang Palestina.
Jumlah korban jiwa 13.000 itu termasuk lebih dari 9.000 perempuan dan anak.
Selain itu, menurut data tersebut, ada lebih dari 30.000 orang yang mengalami luka.
Ribuan gedung, termasuk rumah sakit, masjid, dan gereja, mengalami kerusakan atau hancur karena digempur Israel dari udara maupun darat.
Blokade yang dilancarkan Israel terhadap Gaza juga telah menyebabkan layanan bahan bakar, listrik, dan air di wilayah itu terputus. Selain itu, penyaluran bantuan juga dibatasi.
Sementara itu menurut data-data resmi, jumlah korban jiwa di pihak Israel tercatat 1.200 orang.
Sumber: Anadolu
Kedua pemimpin negara itu meyakini bahwa prioritas utama saat ini adalah bagaimana mencegah konflik Palestina-Israel semakin buruk, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China.
"... terutama dengan kemunculan krisis kemanusiaan yang semakin parah," kata kemenlu China.
Pernyataan itu menyebutkan Xi dan Macron menekankan bahwa solusi dua-negara merupakan kunci untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel.
Pembicaraan melalui telepon itu merupakan yang pertama kalinya dilakukan Xi dengan kepala negara atau kepala pemerintahan suatu negara setelah ia berkunjung ke Amerika Serikat pekan lalu.
Dalam kunjungan di Amerika Serikat, Xi melakukan pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden.
Xi dan Macron sebelumnya juga sudah membahas perang Gaza, yaitu pada kesempatan santap siang di San Francisco, AS, Rabu (14/11) pekan lalu.
Sementara itu pada Senin di Beijing, Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyelenggarakan pertemuan para menteri luar negeri negara-negara Muslim.
Pada pertemuan itu, Yu menekankan kepentingan soal perwujudan gencatan senjata di Jalur Gaza.
IIsrael selama ini menepis seruan untuk melakukan gencatan senjata sampai kelompok Palestina, Hamas, mau membebaskan para tawanan.
Xi dan Macron "sepakat untuk melanjutkan komunikasi menyangkut masalah-masalah internasional dan kawasan yang menjadi perhatian bersama, serta berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia," menurut pernyataan tersebut.
Sejak Israel mulai membombardir Gaza pada 7 Oktober usai serangan Hamas, sudah lebih dari 13.000 warga Palestina yang terbunuh, menurut data-data terbaru yang dikeluarkan oleh pihak berwenang Palestina.
Jumlah korban jiwa 13.000 itu termasuk lebih dari 9.000 perempuan dan anak.
Selain itu, menurut data tersebut, ada lebih dari 30.000 orang yang mengalami luka.
Ribuan gedung, termasuk rumah sakit, masjid, dan gereja, mengalami kerusakan atau hancur karena digempur Israel dari udara maupun darat.
Blokade yang dilancarkan Israel terhadap Gaza juga telah menyebabkan layanan bahan bakar, listrik, dan air di wilayah itu terputus. Selain itu, penyaluran bantuan juga dibatasi.
Sementara itu menurut data-data resmi, jumlah korban jiwa di pihak Israel tercatat 1.200 orang.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pentagon bakal lakukan pembatasan perusahaan AS yang berbisnis dengan China
18 December 2025 11:46 WIB
China kerahkan militer di perairan Asia Timur imbas komentar Takaichi soal Taiwan
05 December 2025 11:11 WIB
KPK usut jumlah tanah negara yang dijual lagi ke negara terkait Whoosh di KCIC
18 November 2025 12:34 WIB
WNI korban "pengantin pesanan" di China akan kembali ke Tanah Air setelah cerai
18 November 2025 5:07 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Keluar rel akibatkan kereta cepat kecelakaan di Spanyol, 21 orang tewas dan ratusan terluka
19 January 2026 9:37 WIB
Perkuat satuan militer, Prancis segera kerahkan pasukan darat, laut, udara ke Greenland
16 January 2026 18:10 WIB
Menkeu Prancis ingatkan AS, Greenland negara berdaulat tak boleh dipermainkan
16 January 2026 16:18 WIB