Pemprov dan DPRD Sulsel edukasi perempuan berwirausaha di era digital
Minggu, 10 Desember 2023 10:07 WIB
Workshop Emansipasi Perempuan di Era Digital yang digelar Pemprov Sulsel bersama DPRD Sulsel di Makassar, Sabtu (9/12/2023). ANTARA/Nur Suhra Wardyah
Makassar (ANTARA) - Pemerintah Sulawesi Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPA-KB Dalduk) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama DPRD setempat memberi edukasi berwirausaha kepada komunitas perempuan, melalui Workshop Emansipasi Perempuan di Era Digital.
"Workshop ini digelar untuk memberi edukasi dan semangat berwirausaha bagi komunitas-komunitas perempuan agar tumbuh mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain," ujar Kepala OPD Dinas PPPA-KB Dalduk Sulsel Andi Mirna di Makassar, Sabtu.
Selain Andi Mirna, workshop itu juga dihadiri Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Ina Kartika Sari dan berbagai komunitas atau kelompok ekonomi perempuan.
Workshop tersebut mengangkat tema Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Perempuan Bidang Ekonomi,kegiatan ini digelar selama dua hari, 9-10 Desember 2023.
Andi Mirna menyebut dalam kegiatan ini, para peserta dibekali pengetahuan akses permodalan bagi komunitas atau kelompok perempuan yang aktif dalam hal wirausaha atas kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Sulsel.
Dia juga menyinggung berbagai tantangan bagi perempuan terhadap era digitalisasi, termasuk berisiko atau rentan pada kekerasan seksual berbasis digital.
"Saat ini banyak cerita tentang kekerasan terhadap perempuan, untuk itu perlunya kita hadirkan workshop yang juga turut mendapat dukungan dari Ketua DPRD Sulsel Ibu Andi Ina bagi sesama perempuan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina berharap program-program yang berorientasi terhadap kemajuan perempuan didukung dengan anggaran mumpuni.
"Sebagai perempuan harus mendukung perempuan," kata dia.
Dalam memberikan motivasi, Andi Ina mengaku telah mencatat sejarah dalam proses pemilihan langsung sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Sulsel.
"Semoga ini menjadi pembuka bagi perempuan lain apakah melanjutkan estafet kepemimpinan Ketua DPRD Sulsel atau menjadi pemimpin di sektor lain," ujarnya.
Kendati demikian, Andi Ina berharap program-program yang berorientasi pemberdayaan dan peningkatan perempuan didukung peningkatan anggaran di masa depan.
Pada kesempatan ini, ia menyinggung kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dimana korban-korbannya juga merupakan perempuan tanah air. Untuk itu, tokoh perempuan asal Kabupaten Barru ini menilai perempuan harus tangguh dan mandiri memanfaatkan digitalisasi.
"Workshop ini digelar untuk memberi edukasi dan semangat berwirausaha bagi komunitas-komunitas perempuan agar tumbuh mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain," ujar Kepala OPD Dinas PPPA-KB Dalduk Sulsel Andi Mirna di Makassar, Sabtu.
Selain Andi Mirna, workshop itu juga dihadiri Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Ina Kartika Sari dan berbagai komunitas atau kelompok ekonomi perempuan.
Workshop tersebut mengangkat tema Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Perempuan Bidang Ekonomi,kegiatan ini digelar selama dua hari, 9-10 Desember 2023.
Andi Mirna menyebut dalam kegiatan ini, para peserta dibekali pengetahuan akses permodalan bagi komunitas atau kelompok perempuan yang aktif dalam hal wirausaha atas kolaborasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Sulsel.
Dia juga menyinggung berbagai tantangan bagi perempuan terhadap era digitalisasi, termasuk berisiko atau rentan pada kekerasan seksual berbasis digital.
"Saat ini banyak cerita tentang kekerasan terhadap perempuan, untuk itu perlunya kita hadirkan workshop yang juga turut mendapat dukungan dari Ketua DPRD Sulsel Ibu Andi Ina bagi sesama perempuan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel Andi Ina berharap program-program yang berorientasi terhadap kemajuan perempuan didukung dengan anggaran mumpuni.
"Sebagai perempuan harus mendukung perempuan," kata dia.
Dalam memberikan motivasi, Andi Ina mengaku telah mencatat sejarah dalam proses pemilihan langsung sebagai perempuan pertama yang menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Sulsel.
"Semoga ini menjadi pembuka bagi perempuan lain apakah melanjutkan estafet kepemimpinan Ketua DPRD Sulsel atau menjadi pemimpin di sektor lain," ujarnya.
Kendati demikian, Andi Ina berharap program-program yang berorientasi pemberdayaan dan peningkatan perempuan didukung peningkatan anggaran di masa depan.
Pada kesempatan ini, ia menyinggung kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dimana korban-korbannya juga merupakan perempuan tanah air. Untuk itu, tokoh perempuan asal Kabupaten Barru ini menilai perempuan harus tangguh dan mandiri memanfaatkan digitalisasi.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BKKBN Sulsel gandeng Dinas PP dan KB Makassar turunkan angka stunting
02 February 2025 5:17 WIB, 2025
RS Pertiwi mengadakan pemasangan KB IUD dan implan gratis di HUT Sulsel
14 October 2024 15:31 WIB, 2024
Pemkab Luwu Timur gelar layanan kontrasepsi mantap tubektomi dukung KB
08 September 2024 18:38 WIB, 2024
Pemkab Luwu Timur gelar rakor pelayanan KB dorong kesehatan reproduksi
21 August 2024 18:58 WIB, 2024
Terpopuler - Bisnis
Lihat Juga
Belanja pemerintah pusat di Sulsel pada triwulan I 2026 mencapai Rp4,7 triliun
06 May 2026 14:22 WIB
BPS: Transportasi udara dan laut di Sulsel meningkat signifikan per Maret 2026
05 May 2026 20:59 WIB