Pemkab Luwu Utara mengembangkan Chalodo cokelat khas Masamba
Minggu, 7 Januari 2024 17:41 WIB
Ketua KUB Sibalie Resoe Baharuddin Iskandar (kanan) saat mendapat kunjungan dari Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin di rumah produksi cokelatnya, ANTARA/HO-Pemprov Sulsel
Luwu Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara mendorong pengembangan Chalodo atau produksi cokelat khas daerah Masamba agar produksi lebih mendunia.
"Luwu Utara dikenal sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di Indonesia. Banyak warga menggantungkan hidup sebagai petani kakao, karena itu didorong untuk mengembangkan produksi cokelat," kata Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, di Luwu Utara, Minggu.
Dia mengatakan, salah satu upaya itu telah dikembangkan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sibalie Resoe di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.
KUB ini memproduksi cokelat dengan merek Chalodo Chocolate. Kelompok usaha ini mengolah biji kakao menjadi berbentuk makanan dan minuman.
Indah mendampingi Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin untuk melihat langsung dari biji kakao proses produksi hingga produk akhir kakao yang sudah siap untuk dikonsumsi.
Ketua KUB Sibalie Resoe Baharuddin Iskandar mengatakan, semua bahan baku diperoleh dari kelompok tani di Luwu Utara sendiri. Sebulan sebanyak 3 ton biji kakao diolah, dengan mempekerjakan 20 tenaga kerja yang merupakan anggota kelompok.
"Alhamdulillah produk kami sudah dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ke Arab Saudi," kata penerima penghargaan "Pejuang Kakao Nasional UMKM Cokelat Tahun 2021" ini pula.
Baharuddin berharap, ke depan produk cokelatnya juga sudah dapat dipasarkan di berbagai bandara.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Luwu Utara mengembangkan Chalodo cokelat khas Masamba
"Luwu Utara dikenal sebagai salah satu penghasil kakao terbesar di Indonesia. Banyak warga menggantungkan hidup sebagai petani kakao, karena itu didorong untuk mengembangkan produksi cokelat," kata Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, di Luwu Utara, Minggu.
Dia mengatakan, salah satu upaya itu telah dikembangkan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sibalie Resoe di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.
KUB ini memproduksi cokelat dengan merek Chalodo Chocolate. Kelompok usaha ini mengolah biji kakao menjadi berbentuk makanan dan minuman.
Indah mendampingi Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin untuk melihat langsung dari biji kakao proses produksi hingga produk akhir kakao yang sudah siap untuk dikonsumsi.
Ketua KUB Sibalie Resoe Baharuddin Iskandar mengatakan, semua bahan baku diperoleh dari kelompok tani di Luwu Utara sendiri. Sebulan sebanyak 3 ton biji kakao diolah, dengan mempekerjakan 20 tenaga kerja yang merupakan anggota kelompok.
"Alhamdulillah produk kami sudah dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga ke Arab Saudi," kata penerima penghargaan "Pejuang Kakao Nasional UMKM Cokelat Tahun 2021" ini pula.
Baharuddin berharap, ke depan produk cokelatnya juga sudah dapat dipasarkan di berbagai bandara.
Berita ini juga telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemkab Luwu Utara mengembangkan Chalodo cokelat khas Masamba
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB
Warga Luwu tagih janji pemekaran: Jalan ditutup, aksi Aliansi Wija To Luwu meluas
24 January 2026 9:28 WIB
Tujuh Satpol PP terluka dampak aksi anarkis di depan Kantor Gubernur Sulsel
13 January 2026 3:55 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Antisipasi penyakit berbahaya, personel Satpol PP di Sulsel diperiksa kesehatannya
01 February 2026 18:27 WIB