BerdayaBareng-British Embassy berkolaborasi soal program akses digital
Minggu, 14 Januari 2024 12:08 WIB
Suasana kegiatan Festival Digital dan Keungan Inklusif yang digelar BerdayaBareng bersama British Embassy dan UK International Development di Makassar, Sabtu (13/1/2024). Antara/ Suriani Mappong
Makassar (ANTARA) - Platform pemberdayaan pemuda, perempuan, dan penyandang disabilitas yakni BerdayaBareng bersama British Embassy Jakarta dan UK International Development berkolaborasi soal Program Akses Digital dan memberikan apresiasi pada 16 peserta terbaik dari Kawasan Timur Indonesia (KTI).
"Program ini untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas menjadi individu unggul dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan digital dan keuangan iklusif pada 792 peserta dari KTI," kata Founder BerdayaBareng Nicky Clara di Makassar, Sabtu.
Dari 16 peserta terbaik itu diantaranya St Aisyah sebagai konten terbaik asal Kota Makassar, Gowa Nur Ayu dan Siti Nur Hartini sebagai marketing terbaik.
Nicky mengatakan program pembelajaran dengan metode Learning Management System (LSM) ini salah satu fitur di platform Merdeka Mengajar yang digunakan untuk kegiatan program pendidikan, pembelajaran atau pelatihan.
Program akses digital ini dilakukan serentak di 7 kota di KTI yakni Kota Samarinda, Balikpapan, Manado, Kendari, Makassar, Maros dan Gowa.
"Ada 23 fasilitator, 10 penerima manfaat dan 792 peserta selaku penerima langsung pembelajaran yang diantaranya 560 orang perempuan," katanya.
Setelah mengikuti pembelajaran selama enam bulan, lanjut dia, pada kesempatan ini dilakukan penamatan dan pemberian apresiasi pada peserta terbaik.
Adapun tiga program pembelajaran literasi digital dan keuangan yang diberikan adalah content creation (pembuatan konten), work development (pengembangan kerja) dan digital marketing (pemasaran digital).
Sementara itu, Digital Access Policy and Programme Manager at British Embassy Jakarta, Rita Damayanti mengatakan, program yang mendapat dukungan dari Keduataan Inggris dan UK International Development setelah alumni penerima beasiswa Chevening memikirkan untuk membantu masyarakat di KTI di bidang literasi digital dan keuangan.
"Hal itu semakin disadari pentingnya literasi digital itu pasca pandemi COVID-19. Jadi dengan dasar itulah program ini kemudian dibuat," ujarnya. Digital Access Policy and Programme Manager at British Embassy Jakarta, Rita Damayanti pada kegiatan Festival Digital dan Keungan Inklusif yang digelar BerdayaBareng bersama British Embassy dan UK International Development di Makassar, Sabtu (13/1/2024). Antara/ Suriani Mappong
"Program ini untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas menjadi individu unggul dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan digital dan keuangan iklusif pada 792 peserta dari KTI," kata Founder BerdayaBareng Nicky Clara di Makassar, Sabtu.
Dari 16 peserta terbaik itu diantaranya St Aisyah sebagai konten terbaik asal Kota Makassar, Gowa Nur Ayu dan Siti Nur Hartini sebagai marketing terbaik.
Nicky mengatakan program pembelajaran dengan metode Learning Management System (LSM) ini salah satu fitur di platform Merdeka Mengajar yang digunakan untuk kegiatan program pendidikan, pembelajaran atau pelatihan.
Program akses digital ini dilakukan serentak di 7 kota di KTI yakni Kota Samarinda, Balikpapan, Manado, Kendari, Makassar, Maros dan Gowa.
"Ada 23 fasilitator, 10 penerima manfaat dan 792 peserta selaku penerima langsung pembelajaran yang diantaranya 560 orang perempuan," katanya.
Setelah mengikuti pembelajaran selama enam bulan, lanjut dia, pada kesempatan ini dilakukan penamatan dan pemberian apresiasi pada peserta terbaik.
Adapun tiga program pembelajaran literasi digital dan keuangan yang diberikan adalah content creation (pembuatan konten), work development (pengembangan kerja) dan digital marketing (pemasaran digital).
Sementara itu, Digital Access Policy and Programme Manager at British Embassy Jakarta, Rita Damayanti mengatakan, program yang mendapat dukungan dari Keduataan Inggris dan UK International Development setelah alumni penerima beasiswa Chevening memikirkan untuk membantu masyarakat di KTI di bidang literasi digital dan keuangan.
"Hal itu semakin disadari pentingnya literasi digital itu pasca pandemi COVID-19. Jadi dengan dasar itulah program ini kemudian dibuat," ujarnya. Digital Access Policy and Programme Manager at British Embassy Jakarta, Rita Damayanti pada kegiatan Festival Digital dan Keungan Inklusif yang digelar BerdayaBareng bersama British Embassy dan UK International Development di Makassar, Sabtu (13/1/2024). Antara/ Suriani Mappong
Pewarta : Suriani Mappong
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemerintah Inggris dukung pelatihan inklusi digital di tujuh kota KTI
14 January 2024 7:06 WIB, 2024
Sekprov Sulsel mendukung OJK Sulselbar dorong literasi keuangan inklusif
04 December 2024 20:16 WIB, 2024
Kemenko Perekonomian dorong pembentukan Unit Pengelola Zakat (UPZ) di kementerian/lembaga
05 February 2022 11:57 WIB, 2022
Menkeu : Butuh pelayanan publik yang modern dan inklusif hadapi endemi COVID-19
19 October 2021 12:30 WIB, 2021
Survei Nasional Keuangan Inklusif lansir inklusi keuangan 2020 meningkat
25 June 2021 23:07 WIB, 2021
Proyek percontohan percepatan keuangan inklusif dperkenalkan di Cirebon
12 November 2019 20:12 WIB, 2019
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Ruas Paleteang-Malimpung-arah Kabere Pinrang ke Enrekang mulai dirasakan warga
01 September 2026 9:48 WIB
Gubernur Sulsel serahkan bantuan Rp7 miliar guna perkuat infrastruktur Tana Toraja
01 September 2026 9:27 WIB