KPU Manado Minta Bilik dan Kotak Suara
Senin, 3 Februari 2014 14:56 WIB
Manado (ANTARA Sulsel) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado, Sulawesi Utara, kembali minta tambahan kiriman bilik dan kotak suara untuk Pemilu 2014.
"Bilik 3.560 unit dan 120 kotak suara yang kami butuhkan untuk pelaksanaan pemungutan suara 9 April nanti," kata Sekretaris KPU Manado Novy Kandowangko, di Manado Senin.
Novy mengatakan, permintaan bilik dan kota suara tersebut, adalah kali kedua karena yang ada sebelumnya sudah hancur akibat bencana banjir bandang pada Januari lalu.
Saat itu, kata Novy, dari 3.760 bilik suara yang sudah didistribusikan KPU Sulawesi Utara akhir 2013, sebanyak 3.560 hancur dan terisa hanya 200 sehingga harus ditambah kembali.
"Demikian juga dengan kotak suara aluminium yang kami miliki dari 3.760 unit yang rusak 240 dan belum masuk dari KPU Sulut sebanyak 120, jadi masih kami usulkan pengadaannya," kata Novy.
Menurutnya kerusakan logistik Pemilu tersebut memang tak bisa ditolak, karena memang saat bencana seluruh staf sudah berusaha menyelematkan yang ada, tetapi karena airnya naik sangat cepat, maka barang-barang yang ada tak sempat diselematkan.
Apalagi menurutnya, air naik sampai tiga meter di sekretariat KPU, karena posisi kantor yang rendah, maka pihaknya tak sempat lagi menyelamatkan seluruh isi kantor.
Ia menjelaskan permintaan untuk pengadaan bilik dan kotak suara, sudah disampaikan ke KPU provinsi dengan menyertakan alasan serta bukti-bukti bencana waktu itu.
"Bilik dan kotak suara akan segera masuk ke KPU Manado, karena waktunya sudah mepet, dimana 9 April adalah waktu pencoblosan," katanya.
Novy menjamin distribusi logistik KPU tersebut akan dilakukan tepat waktu, terutama di wilayah-wilayah jauh seperti tiga pulau di Teluk Manado yakni Bunaken, Manado Tua dan Siladen. T. Susilo
"Bilik 3.560 unit dan 120 kotak suara yang kami butuhkan untuk pelaksanaan pemungutan suara 9 April nanti," kata Sekretaris KPU Manado Novy Kandowangko, di Manado Senin.
Novy mengatakan, permintaan bilik dan kota suara tersebut, adalah kali kedua karena yang ada sebelumnya sudah hancur akibat bencana banjir bandang pada Januari lalu.
Saat itu, kata Novy, dari 3.760 bilik suara yang sudah didistribusikan KPU Sulawesi Utara akhir 2013, sebanyak 3.560 hancur dan terisa hanya 200 sehingga harus ditambah kembali.
"Demikian juga dengan kotak suara aluminium yang kami miliki dari 3.760 unit yang rusak 240 dan belum masuk dari KPU Sulut sebanyak 120, jadi masih kami usulkan pengadaannya," kata Novy.
Menurutnya kerusakan logistik Pemilu tersebut memang tak bisa ditolak, karena memang saat bencana seluruh staf sudah berusaha menyelematkan yang ada, tetapi karena airnya naik sangat cepat, maka barang-barang yang ada tak sempat diselematkan.
Apalagi menurutnya, air naik sampai tiga meter di sekretariat KPU, karena posisi kantor yang rendah, maka pihaknya tak sempat lagi menyelamatkan seluruh isi kantor.
Ia menjelaskan permintaan untuk pengadaan bilik dan kotak suara, sudah disampaikan ke KPU provinsi dengan menyertakan alasan serta bukti-bukti bencana waktu itu.
"Bilik dan kotak suara akan segera masuk ke KPU Manado, karena waktunya sudah mepet, dimana 9 April adalah waktu pencoblosan," katanya.
Novy menjamin distribusi logistik KPU tersebut akan dilakukan tepat waktu, terutama di wilayah-wilayah jauh seperti tiga pulau di Teluk Manado yakni Bunaken, Manado Tua dan Siladen. T. Susilo
Pewarta : Oleh Joyce Bukarakombang
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPU RI dalami insiden kotak suara dibakar pada Pilkada 2024 di Jambi
28 November 2024 5:55 WIB, 2024
Polres Mamasa Sulbar jamin logistik pilkada terdistribusi tepat waktu
25 November 2024 18:58 WIB, 2024
Terpopuler - Sejagat
Lihat Juga
Antisipasi kekeringan, BPBD Makassar telah distribusikan air bersih 3 juta liter
15 September 2026 13:20 WIB