Bamsoet minta Polri usut dugaan peretasan akun Google Bisnis
Rabu, 14 Agustus 2024 6:58 WIB
Arsip- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (ANTARA/HO-Humas MPR)
Jakarta (ANTARA) - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Polri mengusut dugaan peretasan sejumlah akun Google Bisnis.
“Meminta kepolisian untuk mengusut pelaku di balik peretasan, motif, dan tujuan dilakukannya peretasan,” kata Bamsoet dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Selain itu, ia meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika agar dapat meningkatkan sistem keamanan siber nasional, terutama yang berkaitan dengan data pribadi masyarakat.
“Kemkominfo juga diminta untuk meningkatkan anggaran belanja untuk pembelian alat canggih yang dapat memberikan perlindungan kepada server yang ada terhadap tindakan peretasan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga meminta pemerintah untuk mengedukasi masyarakat agar berhati-hati dan bijak dalam memberikan data pribadi kepada pihak-pihak tertentu maupun situs daring.
“Dan diharapkan masyarakat bisa memaksimalkan fitur keamanan akun dalam tiap platform atau aplikasi yang digunakan,” ujarnya.
Walaupun demikian, ia tetap meminta pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait agar semakin serius menanggapi kasus peretasan data yang terjadi di Indonesia.
Sementara itu, terhadap pelaporan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kepada Kepolisian, Bamsoet turut mengingatkan agar perhimpunan tersebut memberikan pendidikan dan pelatihan terkait keamanan data kepada stafnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PHRI Hariyadi BS Sukamdani menyampaikan bahwa pihaknya segera melaporkan kasus peretasan akun Google Bisnis milik sejumlah hotel ke Polri.
“Pelaporan ini akan dilakukan juga oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) dan Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI melalui Kepolisian Daerah (Polda) dan Kepolisian Resor (Polres) di wilayah masing-masing,” ujar Hariyadi BS Sukamdani di Jakarta, Senin (12/8).
“Meminta kepolisian untuk mengusut pelaku di balik peretasan, motif, dan tujuan dilakukannya peretasan,” kata Bamsoet dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Selain itu, ia meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika agar dapat meningkatkan sistem keamanan siber nasional, terutama yang berkaitan dengan data pribadi masyarakat.
“Kemkominfo juga diminta untuk meningkatkan anggaran belanja untuk pembelian alat canggih yang dapat memberikan perlindungan kepada server yang ada terhadap tindakan peretasan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga meminta pemerintah untuk mengedukasi masyarakat agar berhati-hati dan bijak dalam memberikan data pribadi kepada pihak-pihak tertentu maupun situs daring.
“Dan diharapkan masyarakat bisa memaksimalkan fitur keamanan akun dalam tiap platform atau aplikasi yang digunakan,” ujarnya.
Walaupun demikian, ia tetap meminta pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait agar semakin serius menanggapi kasus peretasan data yang terjadi di Indonesia.
Sementara itu, terhadap pelaporan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kepada Kepolisian, Bamsoet turut mengingatkan agar perhimpunan tersebut memberikan pendidikan dan pelatihan terkait keamanan data kepada stafnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PHRI Hariyadi BS Sukamdani menyampaikan bahwa pihaknya segera melaporkan kasus peretasan akun Google Bisnis milik sejumlah hotel ke Polri.
“Pelaporan ini akan dilakukan juga oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) dan Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI melalui Kepolisian Daerah (Polda) dan Kepolisian Resor (Polres) di wilayah masing-masing,” ujar Hariyadi BS Sukamdani di Jakarta, Senin (12/8).
Pewarta : Rio Feisal
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Waspadai hujan lebat hingga ekstrem di sebagian besar RI, Makassar berpotensi udara kabut
23 January 2026 8:59 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Puluhan kios terbakar di pasar Andi Tadda Palopo kerugian ditaksir Rp1 miliar
28 January 2026 12:57 WIB
Terungkap kasus jenazah terbakar di NTB sebagai sosok ibu dibunuh anak kandung
27 January 2026 10:07 WIB