Makassar (ANTARA) - Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo SP) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berkolaborasi memperkuat literasi cyber security atau praktik untuk melindungi sistem, jaringan, program, dan data dari serangan digital.
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Komunikasi (Pusdatik) BSSN Laksamana Pertama (TNI) Arnoldus Triono menyampaikan bahwa berbicara soal keamanan siber, tidak ada yang berani menjamin dirinya atau lembaga bahwa mereka kuat dan tidak bisa diserang.
"Semua harus mengedepankan sikap hati hati dan menjalankan seluruh SOP dengan baik. Manajemen risiko adalah hal yang utama untuk menghindari ancaman siber," ujar Arnoldus.
Kegiatan literasi digital ini dihadiri seluruh ASN lingkup Diskominfo SP Sulsel dan seluruh pejabat dan tim IT Diskominfo SP dari 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel.
"Bagaimana penanganan insiden cyber dan sekaligus apa yang harus dilakukan untuk menghindari kerentanan dan lain sebagainya," ujar Plh Kepala Diskominfo SP Sulsel Sultan Rakib yang didampingi Kabid Aptika Diskominfo SP Sulsel Yulianus Sonda, di Makassar, Sabtu.
Ia menyebut penguatan Cyber security bertujuan untuk menjaga keamanan dunia digital
Diskominfo SP Sulsel dan BSSN perkuat literasi cyber security
Sabtu, 16 November 2024 11:34 WIB
Suasana pelatihan Cyber security yang digelar Diskominfo SP dan BSSN di Makassar.ANTARA/HO-Pemprov Sulsel.
Pewarta : Abdul Kadir
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Sulsel mulai bangun 52,15 km jalan provinsi lintasi Gowa hingga Takalar
11 February 2026 7:40 WIB