DP3A Makassar perkuat sinergi untuk perlindungan perempuan dan anak
Jumat, 29 November 2024 23:00 WIB
Kepala DP3A Makassar Achi Soleman (tengah) berfoto bersama peserta pelatihan manajemen pelaporan dan pencatatan kasus untuk perlindungan perempuan dan anak di Hotel Mercure Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (29/11/2024). ANTARA/HO-Dokumentasi DP3A Makassar.
Makassar (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terus memperkuat sinergi manajemen untuk perlindungan perempuan dan anak melalui pelatihan manajemen pelaporan dan pencatatan kasus.
"Dengan pelatihan ini, kami berharap semua peserta mampu memahami mekanisme pelaporan dan pencatatan kasus secara profesional dan terintegrasi, sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan," kata Kepala DP3A Makassar Achi Soleman di Makassar, Jumat.
Melalui pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menjalankan tugas manajemen kasus, khususnya terkait pencatatan dan pelaporan, sehingga layanan perlindungan perempuan dan anak menjadi lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.
"Kolaborasi lintas lembaga sangat penting untuk memastikan bahwa setiap kasus tertangani dengan baik, dari tahap pelaporan hingga pemulihan korban. Pelatihan ini adalah langkah strategis untuk menguatkan sinergi tersebut," kata mantan Lurah Rappocini itu menambahkan.
Dari data DP3A Makassar tercatat sepanjang Januari-November 2024 terjadi dugaan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 480 kasus, dan paling tinggi adalah kasus kekerasan seksual.
Peningkatan kapasitas SDM di pelatihan ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi perempuan dan anak, sekaligus menjawab tantangan kompleksitas kasus kekerasan yang semakin meningkat di tengah masyarakat.
Pelatihan tersebut melibatkan unsur peserta dari berbagai lembaga yang tergabung dalam jejaring UPTD PPA, termasuk Penyidik Unit PPA Polrestabes Makassar, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, LBH Apik, PBH Peradi, PKBI Sulsel dan SDM UPTD PPA Kota Makassar
Nara sumber yang dihadirkan masing masing jurnalis senior Alwi Fauzi dari media CNN membahas strategi pelaporan kasus berbasis media. Direktur Yayasan Pemantau dan Mitigasi Perempuan (YPMP) Sulsel Alfinah Mustafinah dengan materi tentang perspektif hukum dan gender dalam penanganan kasus.
Selanjutnya, praktisi Informasi Teknologi (IT) Abdul Halid memaparkan materi tentang pentingnya teknologi informasi dalam pengelolaan data kasus dan sistem pelaporan terpadu.*
"Dengan pelatihan ini, kami berharap semua peserta mampu memahami mekanisme pelaporan dan pencatatan kasus secara profesional dan terintegrasi, sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan," kata Kepala DP3A Makassar Achi Soleman di Makassar, Jumat.
Melalui pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam menjalankan tugas manajemen kasus, khususnya terkait pencatatan dan pelaporan, sehingga layanan perlindungan perempuan dan anak menjadi lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.
"Kolaborasi lintas lembaga sangat penting untuk memastikan bahwa setiap kasus tertangani dengan baik, dari tahap pelaporan hingga pemulihan korban. Pelatihan ini adalah langkah strategis untuk menguatkan sinergi tersebut," kata mantan Lurah Rappocini itu menambahkan.
Dari data DP3A Makassar tercatat sepanjang Januari-November 2024 terjadi dugaan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sebanyak 480 kasus, dan paling tinggi adalah kasus kekerasan seksual.
Peningkatan kapasitas SDM di pelatihan ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi perempuan dan anak, sekaligus menjawab tantangan kompleksitas kasus kekerasan yang semakin meningkat di tengah masyarakat.
Pelatihan tersebut melibatkan unsur peserta dari berbagai lembaga yang tergabung dalam jejaring UPTD PPA, termasuk Penyidik Unit PPA Polrestabes Makassar, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, LBH Apik, PBH Peradi, PKBI Sulsel dan SDM UPTD PPA Kota Makassar
Nara sumber yang dihadirkan masing masing jurnalis senior Alwi Fauzi dari media CNN membahas strategi pelaporan kasus berbasis media. Direktur Yayasan Pemantau dan Mitigasi Perempuan (YPMP) Sulsel Alfinah Mustafinah dengan materi tentang perspektif hukum dan gender dalam penanganan kasus.
Selanjutnya, praktisi Informasi Teknologi (IT) Abdul Halid memaparkan materi tentang pentingnya teknologi informasi dalam pengelolaan data kasus dan sistem pelaporan terpadu.*
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor : Redaktur Makassar
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Terpopuler - Daerah
Lihat Juga
Efisiensi pendidikan, Rektor Unhas minta identifikasi mahasiswa lambat studi
27 January 2026 4:47 WIB
Demo pemekaran Luwu Raya lumpuhkan pasokan BBM, harga pertalite Rp35.000/liter
26 January 2026 18:37 WIB
Pemprov Sulsel percepat perbaikan ruas jalan Kalosi--Cece dan Malauwe--Surakan di Enrekang
25 January 2026 6:07 WIB
Kemenkum dan Kemenham Sulbar sinergi perkuat perlindungan kekayaan intelektual
24 January 2026 18:43 WIB