Makassar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melibatkan 1.000 orang dalam Tim Pendamping Gizi Daerah (TPGD) dan kader PKK di 504 desa untuk menekan angka stunting di lapangan.
"Ini merupakan upaya untuk percepatan penurunan stunting melalui program aksi stop stanting yang menyasar 15.120 anak penderita stunting yang tersebar di 504 desa di Sulsel," kata Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Naoemi Octarina di Makassar, Senin.
Dia mengatakan untuk melihat program tersebut berjalan di lapangan pihaknya bersama Gubernur Sulsel sebelumnya telah mengunjungi Kabupaten Jeneponto Takalar dan Gowa.
Hal itu bertujuan mengevaluasi program di lapangan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang terjadi, sehingga dapat disempurnakan lagi.
Dia mengatakan pentingnya evaluasi tersebut agar program berjalan sesuai dengan yang diharapkan, termasuk pemberian menu makanan bergizi kepada anak yang menjadi sasaran dalam penanganan anak usia dini yang membutuhkan rujukan terhadap adanya penyakit.
Menurut dia, program ini memiliki pendekatan yang terukur dengan masa pelaksanaan 59 hari.
Dalam hal ini anak-anak menerima program yang akan mendapatkan bantuan makanan tambahan, edukasi gizi serta pemantauan pertumbuhan oleh tim ahli.
Kepala Dinas kesehatan Provinsi Sulsel Dr dr H Ishaq Iskandar mengatakan untuk mengukur penurunan stunting penting konversi data, transformasi data sebagai aksi konkret serta perlu memperkuat kepemimpinan daerah dalam pelaksanaan program gizi.
Menurut dia, data gizi harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, dan kepemimpinan daerah menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan signifikan.