Makassar (ANTARA) - Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan diskusi kelompok terpumpun untuk memperkuat program strategis terkait dengan arah kebijakan dan penguatan tata kelola kelembagaan pada 2026.
Ketua LSP Unhas Mukti Ali di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, menjelaskan pelaksanaan diskusi membahas program kerja ini upaya untuk semakin mengoptimalkan rencana LSP pada 2026, menetapkan lini masa, dan mempertegas pembagian tugas masing-masing manajer.
"Kami ingin kegiatan LSP Unhas berlangsung terukur, terencana, dan selaras dengan kebijakan Universitas Hasanuddin. Saat ini Unhas telah memiliki rencana strategis yang perlu diterjemahkan dalam berbagai kegiatan unit kerja, termasuk oleh LSP Unhas," katanya.
Sebagai salah satu Lembaga Sertifikasi Profesi yang bernaung di bawah universitas (LSP P1), LSP Unhas kini memiliki 65 skema sertifikasi yang telah diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Lembaga Sertifikasi Profesi Unhas juga memiliki 147 asesor, di mana jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan bertambah ruang lingkup.
Sebagai lembaga sertifikasi di bawah institusi pendidikan, pihaknya menempatkan mahasiswa sebagai sasaran utama proses sertifikasi dalam berbagai skema.
Dengan kata lain, ujarnya, sertifikasi kompetensi yang digelar oleh LSP Unhas dirancang untuk selaras dengan kurikulum dan proses pembelajaran mahasiswa.
"Kami ingin menghasilkan mahasiswa yang memiliki kompetensi dan berdaya saing, didukung oleh skema uji kompetensi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan," kata Mukti Ali.