Makassar (ANTARA) - General Manajer Badan Pengelola Maros-Pangkep UNESCO Global Geopark (MPUGGp), Dedy Irfan Bachri mengatakan seluruh dokumen revalidasi Unesco sudah diajukan ke Komite Nasional Geopark Indonesia.
"Seluruh dokumen revalidasi UNESCO sudah dikirim ke Komite Nasional Geopark Indonesia. Saat ini, kesiapan administrasi sudah mencapai 100 persen dan kesiapan fisik di lapangan sekitar 80 persen," ujar Dedy di Makassar, Rabu.
Dia mengatakan selain mengirim dokumen, pihaknya juga mempersiapkan diri untuk menghadapi kedatangan tim asesor UNESCO pada Juli 2026.
Menurut dia, tim pengelola Geopark Maros–Pangkep sudah siap menghadapi proses revalidasi agar dapat mempertahankan status sebagai Global Geopark UNESCO.
"Persiapan sudah berjalan dengan baik. Dalam hal ini pemerintah daerah maupun pengelola geopark terus melakukan koordinasi intensif," ujarnya.
Sebelumnya, Dedy mengapresiasi kunjungan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung pada 1 Februari 2026.
Menurut dia, kunjungan tersebut menjadi dukungan penting bagi upaya konservasi kawasan karst Maros–Pangkep.
Berkaitan dengan upaya mempertahankan status Global Geopark UNESCO, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Maros dan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan akan terlibat penuh dalam menyambut kedatangan tim asesor UNESCO.
"Kedua daerah tersebut akan mendukung proses penilaian secara maksimal," ujarnya.
Ilustrasi pengunjung menelusuri sungai di salah satu site Geopark Maros-Pangkep di kawasan Rammang-Rammang di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel. ANTARA/ Suriani Mappong
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Geopark Maros–Pangkep ajukan dokumen revalidasi UNESCO