Dhaka, Bangladesh (ANTARA) - Pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) Tarique Rahman pada Selasa (17/2) resmi dilantik sebagai perdana menteri ke-11 Bangladesh, menandai dimulainya pemerintahan baru hasil pemilu pekan lalu.

Pemilu tersebut merupakan yang pertama sejak pemberontakan pada 2024 menggulingkan pemerintahan partai Liga Awami setelah 15 tahun berkuasa.

Pengambilan sumpah jabatan dipimpin Presiden Mohammed Shahabuddin di depan gedung parlemen di ibu kota Dhaka, bersamaan dengan pelantikan 49 anggota kabinet. Sebelumnya, 297 anggota parlemen dilantik sebagai anggota parlemen ke-13.

Anggota parlemen yang dilantik mencakup perwakilan dari blok yang dipimpin Jamaat-e-Islami Bangladesh.

Upacara pelantikan turut dihadiri sejumlah pemimpin dan pejabat asing, serta kepala pemerintahan sementara peraih Nobel Perdamaian Muhammad Yunus, yang akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan baru.

Di antara tamu asing yang hadir adalah Presiden Maladewa Mohamed Muizzu, Perdana Menteri Bhutan Tshering Tobgay, Menteri Perencanaan Pakistan Ahsan Iqbal, dan Wakil Sekretaris Jenderal Inggris Seema Malhotra.

Pemerintahan sementara memimpin Bangladesh sejak 8 Agustus 2024, setelah mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina meninggalkan negara itu pada 5 Agustus di tengah gelombang protes massa.


Berita selengkapnya : Tarique Rahman dilantik sebagai PM Bangladesh