Makassar (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawasu) Provinsi Sulawesi Selatan membahas sejumlah program pengawasan serta penyamaan persepsi perencanaan Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat untuk tahun 2026.
"Ada beberapa program salah satunya kita fokuskan program Bawaslu Mengajar yang merupakan turunan dari program Bawaslu RI. Program ini dapat menyasar sekolah, kampus, maupun komunitas," ujar Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli di Aula Kantor Bawaslu setempat, Makassar, Kamis.
Ia menjelaskan, program ini sebelumnya sudah dilaksanakan di Kota Parepare dan akan diduplikasi ke daerah lain sebagai bentuk komitmen Bawaslu mengedukasi masyarakat terkait pentingnya melek demokrasi.
Melalui forum penyamaan persepsi ini, kata mantan Anggota KPU Sulsel ini, Bawaslu mesti menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat perencanaan program yang terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Sinergi antara Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota menjadi fondasi penting dalam membangun strategi pencegahan yang adaptif terhadap dinamika regulasi dan keterbatasan sumber daya.
Dengan mengedepankan integritas, inovasi, serta partisipasi masyarakat, kata mantan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassa ini, Bawaslu Sulsel optimistis mampu menjalankan fungsi pengawasan secara efektif.
Sebagai langkah awal dalam menyusun arah kebijakan serta program strategis pencegahan dan peningkatan partisipasi masyarakat tujuannya untuk menghadapi tantangan kepemiluan ke depan.
"Rapat ini bertujuan menyelaraskan ide-ide kreatif kita. Program-program tahun 2025 yang masih relevan dapat kita lanjutkan, dan pada tahun 2026 aktivitas pencegahan tetap harus berjalan, seperti pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan agar sesuai dengan prosedur," katanya menambahkan.
Kegiatan rapat tersebut selain dihadiri Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli dihadiri pula Anggota lainnya masing-masing Saiful Jihad dan Andarias Duma, serta jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulsel secara daring.

