Makassar (ANTARA) - Yayasan Rumah Mama Sulawesi Selatan mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor untuk menekan kasus kekerasan anak di Makassar yang mencapai 516 kasus sepanjang 2025.

Direktur Yayasan Rumah Mama Sulsel, Lusia Palulungan di Makassar, Sabtu, menyebut angka tersebut sebagai alarm serius yang membutuhkan penanganan bersama.

Untuk itu, kata dia, pihaknya menggelar pertemuan multi stakeholder di Kecamatan Mariso, Tamalate, dan Panakkukang selama tiga hari.

Sebanyak 100 peserta dari 10 kelurahan terlibat, terdiri atas unsur pemerintah, kepolisian, puskesmas, PKK, Forum Anak, hingga tokoh masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dalam kegiatan tersebut, UPTD PPA, kepolisian, dan puskesmas memberikan materi terkait layanan penanganan kasus, regulasi perlindungan, serta edukasi hak reproduksi dan deteksi dini kekerasan seksual.

Data UPTD PPA Sulsel menunjukkan dari 516 kasus, kekerasan seksual mendominasi dengan 260 kasus, disusul kasus KDRT 199 kasus, serta 167 kasus anak berhadapan hukum. Secara kewilayahan di Kota Makassar, yakni Kecamatan Tamalate tercatat tertinggi kasus tindak kekerasan, disusul Kecamatan Panakkukang.

Dia berharap melalui penguatan kapasitas ini maka kolaborasi antarlembaga mampu memperkuat sistem perlindungan anak berbasis komunitas dan mempercepat penanganan kasus di tingkat lokal.