Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, melalui Direktorat Sumber Daya Manusia (SDM) terus memperkuat profesionalisme dan pelayanan prima bagi tenaga kependidikan (tendik) sebagai representasi kampus.
"Tendik memiliki posisi strategis sebagai representasi kampus dalam memberikan layanan kepada mahasiswa, dosen, mitra, maupun masyarakat," kata Direktur SDM Unhas Prof dr Idar Mappangara di Makassar, Rabu.
Ia menjelaskan, peningkatan kompetensi pelayanan perlu menjadi perhatian bersama di tengah dinamika perubahan yang semakin cepat.
Menurutnya, pelayanan prima tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyelesaikan tugas administrasi secara tepat waktu, tetapi juga mencakup kemampuan membangun komunikasi yang efektif, menunjukkan integritas, serta menghadirkan pengalaman layanan yang positif bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kualitas institusi tercermin dari kualitas layanan yang dirasakan pengguna. Oleh karena itu, tenaga kependidikan perlu terus mengembangkan kompetensi, memperkuat profesionalisme, dan membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan terbaik,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Alumni, dan Sistem Informasi Unhas Prof Dr Farida Patittingi, dalam arahannya menyampaikan bahwa salah satu keberhasilan kampus ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia dalam menjawab tuntutan pelayanan yang semakin kompleks dan dinamis.
"Tenaga kependidikan merupakan salah satu elemen penting yang berinteraksi langsung dengan berbagai pemangku kepentingan," ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, peningkatan kapasitas pelayanan harus menjadi bagian dari proses pengembangan SDM yang berkelanjutan agar mampu mendukung pencapaian target secara optimal.
“Transformasi perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan sistem dan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusianya. Pelayanan yang cepat, tepat, dan berempati menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan dan reputasi kampus,” ujarnya pada kegiatan pelatihan Perdik Unhas.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat berbagai kompetensi yang dibutuhkan dalam mendukung layanan modern, mulai dari penguatan etika dan profesionalisme kerja, kemampuan komunikasi efektif, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung proses pelayanan.