Logo Header Antaranews Makassar

Seorang mahasiswi ditemukan tewas di area parkir kampus Unhas Gowa

Rabu, 20 Mei 2026 04:32 WIB
Image Print
Tim Biddokes Polda Sulsel membawa jenazah korban PJT (19) dari rumah duka usai ditemukan tewas di area parkir kampus Fakultas Teknik di Kabupaten Gowa untuk dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bayangkara, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (18/5/2026) malam. ANTARA/Darwin Fatir

Gowa (ANTARA) - Penyidik Polres Gowa masih menyelidiki kasus kematian mahasiswi semester akhir Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) berinisial PJT (19) yang ditemukan tewas di area parkir kampus tersebut.

"Kami masih melakukan langkah-langkah penyelidikan dan masih mencari fakta-fakta terkait kematian yang bersangkutan," ujar Kepala Unit Resmob Polres Gowa Ipda Andi Muhammad Alfian kepada wartawan di Gowa, Selasa.

Awalnya satpam kampus bersama rekannya menemukan korban tergeletak dalam posisi telungkup di halaman parkir Kampus Teknik Unhas di Jalan Malino, Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Senin (18/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WITA.

Selanjutnya satpam tersebut melapor ke Polsek Bontomarannu dan diteruskan ke Polres Gowa.

Atas kabar itu petugas turun melakukan pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi, termasuk mencari bukti-bukti petunjuk yang memungkinkan diketahui penyebab kematian korban.

Di TKP ditemukan barang teridentifikasi milik korban berdasarkan keterangan rekan dan keluarganya, seperti sepeda motor dan kaca mata di area parkir serta ada benda tumpul. Di rooftop gedung, ditemukan tas korban berisi laptop, sepatu dan ponsel, identitas serta barang berharga lainnya.

Dari keterangan beberapa rekan dan keluarga, usai ditemukan korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat dan dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

Mengenai dugaan korban mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari atas gedung Kampus Teknik Unhas, atau ada dugaan tindak pidana penganiayaan mengarah pembunuhan, kata Alfian, pihaknya belum dapat memvalidasi hal tersebut.

"Jelasnya, kami tidak bisa menyimpulkan korban melompat atau bagaimana, karena saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman. Kami juga belum mengetahui hasilnya luka seperti apa. Kami masih menunggu hasil visum dari tim forensik," paparnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026