Logo Header Antaranews Makassar

Unhas perkuat budaya antigratifikasi

Selasa, 19 Mei 2026 15:17 WIB
Image Print
Koordinator Tim Penilai PTN Zona Integritas Unhas Ishaq Rahman memberikan penjelasan pada Workshop Zona Integritas di Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa,(19/5/2026). ANTARA/HO-Unhas

Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, memperkuat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik, sinergi lintas lini, dan budaya antigratifikasi dalam membangun Zona Integritas (ZI) di lingkungan perguruan tinggi.

Wakil Ketua Tim Reformasi Birokrasi (RB) Unhas Prof Dr Andi Kusumawati di Makassar, Selasa, mengatakan pembangunan Zona Integritas membutuhkan sinergi yang utuh, mulai dari garda terdepan pelayanan hingga seluruh sivitas akademika.

"Dari jenjang terdepan seperti rekan-rekan satuan pengamanan, kita harus saling bersinergi. Saya berharap kita semua mulai dari tenaga kependidikan, dosen, dan khususnya Tim ZI turut andil membangun Zona Integritas di Unhas," katanya dalam workshop Penguatan Zona Integritas.

"Penekanannya ada pada kualitas layanan, anti-gratifikasi, serta mendukung capaian kinerja Bapak Rektor," ujar Prof Andi Kusumawati

Selaras dengan hal tersebut, Koordinator Tim Penilai PTN Zona Integritas Unhas Ishaq Rahman mengatakan pembangunan ZI merupakan proses yang berkesinambungan.

Ia mengemukakan catatan evaluasi tahun 2025 menjadi landasan strategis untuk melakukan perbaikan pada tahun 2026. Ke depan, perbaikan layanan tidak lagi hanya diukur dari kelengkapan dokumen pendukung.

"Kita harus mulai melakukan aktivitas perubahan faktual sejak hari ini. Tujuannya, agar pada tahun berikutnya kita tidak lagi hanya berfokus pada dokumen saja, tetapi secara faktual pembangunan Zona Integritas di lapangan juga benar-benar berubah menjadi lebih baik," tegas Ishaq.

Peningkatan tata kelola ini juga ditekankan oleh Prof Amiruddin yang juga tim ZI Unhas. Berdasarkan review dan evaluasi unit kerja, ia mengingatkan setiap fakultas agar terus berinovasi dan tidak cepat puas dengan capaian standar.

"Jangan pernah berpikir untuk sekadar mencapai nilai minimum pada tiap penilaian. Kita harus menetapkan pola pikir untuk mencapai nilai maksimum pada setiap poin penilaiannya," kata dia.

Bukti komitmen peningkatan ZI di Unhas pun mulai memperlihatkan hasil yang progresif.

Jika pada periode sebelumnya dari 17 unit kerja yang diusulkan hanya 12 yang memenuhi syarat untuk diperiksa. Pada tahun ini seluruh 17 unit kerja yang dikirim berhasil memenuhi kelengkapan syarat administratif, namun hanya 16 fakultas yang dapat diajukan.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Unhas perkuat layanan faktual dan budaya antigratifikasi



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026